Terkait Bantuan 18 Unit Sepeda Motor SMKN 1 Mabar, Kepsek Dan Ketua Komite Beda Keterangan

oleh -
Keterangan Foto : saat wawancara kasek SMK 1 Mandrehe Barat, Sabtu (6/2/2021).

Nias Barat | Bantuan jenis motor honda sebanyak 18 unit, di SMK Negeri 1 mandrehe barat, di duga telah di bagikan kepada sejumlah guru PNS, dan PTT propinsi untuk di jadikan alat transportasi/Dinas tanpa di jadikan bahan praktek bagi siswa SMK jurusan Automitif.

Pasalnya Informasi ini dari warga ada bantuan berupa motor honda yang bermerek verza sebanyak 6 unit, revo sebanyak 6 unit, dan mio sebanyak 6 unit dari kementerian pendidikan, namun di duga telah di bagi-bagikan dan dijadikan sebagai alat transportasi kepala sekolah dan juga sebagian guru2

Kepala sekolah SMK Negeri 1 Mandrehe Barat Temazisokhi Telaumbanua S.pd saat di temui wartawan di ruang kerjanya pada hari sabtu (06/02/2021).

Bantuan sepeda motor bermerek verza

” Bantuan itu sejenis motor honda bermerek verza sebanyak 6 unit, revo sebanyak 6 unit, dan mio sebanyak 6 unit, sehingga berjumlah 18 unit, junisnya telah kami musyawarahkan bersama komite dan juga guru-guru/Ibu guru sekolah untuk membagikan kepada guru-guru sekolah,” ucapnya.

” Motor honda itu, kita titip kepada bapak ibu guru, untuk lebih aman, dan kapan di jadikan praktek bagi siswa akan di tarek dan di kembalikan untuk di jadikan bahan praktek, juknisnya belum ada dari kementerian, tapi telah kami ambil musyawarah untuk di bagi, dan sudah mulai praktek bagi siswa kita,” lanjut kasek

Kepala sekolah juga membenarkan,” sebagian sudah di tukar platnya Di kasih nomor polisi yang lain dan jika di butuhkan sekolah akan di kembalikan di sekolah,” tandasnya

Di tempat media Berusaha menghubungin Ketua Komite SMK 1 Mandrehe Barat Dalam paparan ketua komite A.Z saat di konfirmasi wartawan melalui via telpon saluler menjelaskan bahwa dia belum tau tentang bantuan itu, dan tidak pernah di beritahu, juga segala dokumen belum ada kami tanda tangani.

” Saya belum tau tentang bantuan itu, dan belum pernah di beritahu ke saya, oleh kepala sekolah dan kedokumen apapun tidak ada,” jelas ketua komite

Sesuai pantauan wartawan di lokasi halaman sekolah pada hari sabtu (06/02/2021), ada beberapa sepeda motor honda bermerek verza telah di tukar platnya, di duga sengaja menghilangkan jejak sepeda motor tersebut, juga di jadikan alat transportasi tanpa tak terlihat sudah di jadikan bahan praktek. (Yunianto)