Soal Di SD ArasKabu, Kabid SD Sudah Turun Kelokasi

oleh -
oleh
Soal Di SD ArasKabu, Kabid SD Sudah Turun Kelokasi

Deli Serdang | Terobosan spektakuler dilakukan Dinas Pendidikan dengan melahirkan satu program “Deli Serdang Sekolah Bermutu” (Desa Satu) yang mendapatkan penghargaan sebagai “Top Inovasi 45” Pelayan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN/RB) beberapa waktu lalu agaknya mulai tercoreng.

Mencuatnya pemberitaan di media cetak dan online beberapa hari ini, terkait pekerjaan pembangunan proyek sekolah SDN maupun SMPN di Deli Serdang diduga asal asalan, memantik tanggapan serius beberapa elemen pemerhati pendidikan. Salah satunya datang dari wakil ketua Tabagsel  Kecamatan Beringin Hasan Basri Siregar menyampaikan tanggapannya kepada wartawan  Senin malam (2/11/2020).

Menurut Basri,  program Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, tentang Desa Satu ( Deli Serdang Sekolah Bermutu) yang di dengungkan itu, cukup baik. Namun ternyata tidak tercermin denga fakta yang ada di lapangan.

“Kita sangat menyesalkan kalau program Desa Satu itu, di anggap sebagai ungkapan ” Isapan Jempol Belaka” oleh oknum dinas pendidikan yang notabene perpanjangan tangan Bupati, terangnya.

Contohnya sambung Basri, masih banyaknya di temukan di lapangan pembangunan asal jadi, seperti SMPN 7 Percut Sei Tuan Desa Bandar yang tak kunjung selesai dan pembangunan pagar di SDN 101918 yang di duga di kerjakan asal asalan.

Informasi yang dapat dipercaya, dari laporan beberapa rekanan, baik dari rekanan penerbit buku dan rekanan pembangunan fisik, mereka sangat mengeluhkan oknum pihak pejabat dinas pendidikan Deli Serdang.

“Dalam hal proyek, mereka telah mengkondisikan kepada orang- orang tertentu, Tanpa mengedepankan profesionalitas kerja. Ujar salah seorang rekanan yang namanya enggan di tulis.

Kalau sudah begini,  kapankah Desa Satu itu akan terwujud? ujarnya sambil bertanya. Sedangkan pihak dinas pendidikan sendiri tidak serius untuk mewujudkan Desa Satu program Bupati Ashari Tambunan, jelasnya.

Sambungannya lagi, Dan sebagai bukti pihak dinas pendidikan melakukan pengkondisian kepada sejumlah penerbit buku, beberapa waktu lalu mereka melakukan pertemuan di warung Nusantara Tanjung Morawa untuk bagi bagi jatah buku di tiap kecamatan di Deli Serdang yang turut di hadiri korwilcam tiap Kecamatan, tutupnya.

Secara terpisah, Ketua LSM Badan Penyelamat Kekayaan Negara (BPKN) Deli Serdang Rusli Anto Selasa (3/11) mengatakan sudah bukan rahasia umum lagi katanya, kalau kita mau dapat proyek baik bangunan baru atau rehab gedung sekolah di dinas pendidikan Deli Serdang harus setor didepan dahulu sekitar 10% hingga 15% dari nilai proyek. Baru kita bisa dapat proyek, Kalau tidak jangan harap bisa dapat proyek dari dinas pendidikan, ungkapnya.

Ketika disinggung kepadanya adakah bukti terkait setoran, memang diakuinya, untuk pembuktian adanya setoran kami akui memang kesulitan, ya tau sama tau lah, ketusnya, seumpama kentut ujarnya lagi aromanya tercium,tapi bagaimana bentuk kentut itu kita tak bisa menunjukkan bentuknya, ungkapnya berdiplomasi.

Adanya kritikan tajam dari beberapa pemerhati pendidikan Deli Serdang, awak koran ini mencoba konfirmasi ke dinas pendidikan melalui sekretaris dinas pendidikan Yusnaldi mulai Senin (2/11)  ” hal proyek di dinas pendidikan kan sudah ada bagian masing masing  ada PPTK dan kabid yang ngurusi itu, ujar nya singkat.     

Terpisah, Kabid SD Syamsuar Sinaga  saat di konfirmasi via seluler  pukul 11.00 (6/11) hal sekolah yang di beritakan di SD 105346 Araskabu kecamatan Beringin mengatakan, ” kita udah turun di SD 105346 ArasKabu, dan sudah kita perintahkan via PPTK dan Pengawas agar di perbaiki,ya inilah tugas kita ketika ada imformasi dari kawan kawan langsung kita tindaklanjuti agar diperbaiki. ( Zul Harahap)