Sempat Viral, Atraksi Seni Berbaurnya Pria dan Wanita di Abdya Akhirnya Minta Maaf

oleh -
Keterangan Foto : Para pemain seni rapai geleng dari Gampong Blang Raja, Kec. Babahrot, Abdya menyampaikan permintaan maaf dalam sebuah rekaman video yang diunggah di Facebook Gampong tersebut, Sabtu (16/1/2021). Sumber : Screenshot Video Facebook.

Aceh Barat Daya | Sebelumnya masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dihebohkan dengan beredarnya foto dan video di media sosial (medsos) atas penampilan sejumlah penari pria dan wanita berbaur dalam sebuah pertunjukan kesenian daerah.

Peristiwa tersebut menuai kontroversi dan kecaman dari sejumlah masyarakat, terutama pengguna medsos Facebook.

Informasi yang diperoleh Beritanusa.com, pergelaran seni tarian daerah itu ditampilkan oleh grup sanggar seni pria Rapa’i Geleng dari Gampong Blang Raja, Kecamatan Babahrot, Abdya berkolaborasi dengan grup seni wanita ‘Rateb Meseukat.’

Kelakuan sejumlah pelaku seni pria dan wanita yang berbaur itu dianggap masyarakat telah melecehkan dan tidak mengindahkan Syariat Islam yang berlaku di Provinsi Aceh.

Dalam video dan foto yang beredar, kegiatan seni budaya itu digelar di salah satu tempat hajatan yang ada di gampong setempat.

Karena derasnya kecaman dan protes dari masyarakat, akhirnya anggota sanggar seni Rapa’i Geleng Gampong Blang Raja pun harus membuat video permintaan maaf, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“Kami grup Gapa’i Geleng Gampong Blang Raja meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Aceh, ulama, tokoh adat dan hukum, para tokoh pemerhati kesenian dan juga kepada group-group rapa’i geleng seluruh Indonesia karena ulah dan kesilapan kami telah menciderai nilai-nilai Syariat Islam. Dan kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucap salah seorang anggota Group Rapa’i turut didampingi teman-temannya dalam video akun Facebook Gampong Blang Raja, Sabtu (16/1/2021).

Sebelumnya, pada hari Jum’at (15/1/2021), Keuchik Gampong Blang Raja, Ridwan juga sudah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang telah dilakukan oleh sejumlah warganya tersebut. Karena katanya, hal yang terjadi saat itu tidak terkontrol pihaknya.

“Atas nama Keuchik Blang Raja, kami meminta maaf atas kesalahan ini. Kedepan kami tidak akan mengulanginya lagi,” ungkap Ridwan via seluler. (Salman)