Aksi FP & Mahasiswa Peduli Binjai Pertanyakan Kenetralan Baswalu

oleh -
Bawaslu Kota Binjai
Keterangan Foto : Perdebatan antara salah satu aksi Forum Pemuda dan Mahasiswa Kota Binjai dengan Ketua bawaslu Kota Binjai diduga Bawaslu tidak netral (foto: Raihan Hasanain/beritanusa.com)

Binjai | Dinilai tidak Netral, puluhan Aksi yang tergabung dalam Forum Pemuda Dan Mahasiswa Peduli melakukan Demo di Kantor Bawaslu Kota Binjai, Rabu (11/11/20).

Sebagai bentuk dukungan agar Bawaslu menjalankan peraturan perundangan – undangan pemilihan umum sesuai ketentuan yang berlaku terutama menindak lanjuti dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pilkada.

Aksi Masa Demo Bawaslu Kota Binjai
Keterangan Foto : Puluhan Aksi Forum Pemuda Dan Mahasiswa Kota Binjai menuju kantor Bawaslu Kota Binjai (foto: Raihan Hasanain/beritanusa.com)

Dari pantau beritanusa Puluhan Aksi Forum Pemuda Dan Mahasiswa Peduli, terlihat masa menggunakan mobil pikc up dan membawa spanduk bergambar salah satu paslon wali kota berdampingan dengan oknum ASN.

Para aksi turut berkumpul di Tanah Lapang Binjai, pukul 10.30 Wib, dan para aksi penggunakan kendaraan sepeda motor ke titik aksi dikantor Bawaslu Kota Binjai, Jalan Sei Babalan No.20, Puji Dadi, Sei Bingai, Kota Binjai.

Aparat kepolisian pun terus berjaga jelang mulai Aksi Demo Gerakan Forum Pemuda Dan Mahasiswa Peduli untuk menjaga aksi dari menghindari tindakan aksi anarkis.

Badan pengawas pemilihan Umum (Bawaslu) adalah penyelenggaraan pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pemilu diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun nyatanya diKota Binjai banyak menuai polemik dimata masyarakat, banyak hal pelanggaran dalam penyelenggaraan pilkada seperti dugaan berketerlibatan ASN dalam Politik praktis dipilkada Kota Binjai.

Namun Bawaslu Kota Binjai seperti menutup mata terkait seluruh pelangaran yang telah terjadi dan kami menggap adanya indikasi Bawaslu Kota Binjai tidak Netral, Itulah yang tertulis dalam surat pernyataan sikap yang disebar oleh Forum Pemuda dan Mahasiswa Peduli Kota Binjai

Dalam aksi tersebut, diKoordinatorkan oleh Ade Rinaldy dalam orasinya menyampaikan, Bawaslu Kota Binjai diduga tidak netral dalam menangani laporan indikasi ASN yang terlibat politik praktis pada Pilkada Kota Binjai.

Untuk itu, masa meminta Bawaslu bersikap netral, transparan, bertindak tegas dalam setiap pelanggaran Pilkada, dan memproses dengan cepat seluruh pihak yang menjadi terlapor, termasuk oknum ASN inisial HS dan DG.

“Kalau memang komisioner Bawaslu tidak sanggup menjalankan tugas, lebih baik semua komisoner yang ada mundur atau dicopot,” tegas Ade.

Bawaslu Kota Binjai
Keterangan Foto : Puluhan Aksi Demo Forum Pemuda Dan Mahasiswa Kota Binjai dikantor Bawaslu Kota Binjai (foto: Raihan Hasanain/beritanusa.com)

Berselang berselang beberapa menit, puluhan masa disambut Ketua Bawaslu Binjai Arie Nurwanto. Menurut Arie, semua laporan terkait indikasi pelanggaran ASN dalam Pilkada sudah diproses.

“PNS yang dilaporkan ke Bawaslu sudah diproses. Secara keseluruhan ada 7 oknum ASN yang kita proses. Bawaslu hanya proses, sementara sanksinya KASN yang meneruskan ke pemerintah kota,” ucap Arie.

Masa dan Ketua Bawaslu sempat berdebat. Sebab, Arie mengatakan proses pidana oknum ASN inisial HS dan DG sudah dihentikan karena tidak memenuhui unsur pidana.

Perdebatan terjadi cukup panjang, Disaat koordinator aksi mempertanyakan oknum ASN mendatangi calon wali kota bersalah atau tidak, Arie enggan untuk menjawab.

“Sudah jelas, Ketua Bawaslu tidak bisa menjawab pertanyaan kita. Jadi tidak salah kalau Bawaslu terindikasi tidak netral,” kata Ade sembari meminta puluhan masa membubarkan diri untuk menuju kantor Sentra Gakumdu.

Kedatangan masa ke Sentra Gakumdu untuk mempertanyakan dugaan pelanggaran pidana dua oknum ASN (HS dan DG) dalam Pilkada. Sayangnya, Sentra Gakumdu di Jalan Satria, Binjai Kota, dalam kondisi kosong dengan kantor pagar terkunci dan digembok.

Berikut Pernyataan Sikap Forum Pemuda Dan Mahasiswa Peduli Kota Binjai

Keterangan Foto : Selembaran Pernyataan Sikap Aksi Forum Pemuda Dan Mahasiswa Kota Binjai (foto: Raihan Hasanain/beritanusa.com)
  1. Meminta Bawaslu Kota Binjai Agar Netral dalam menjalan jan fungsinya sebagai pengawas pemilu dan tidak berkepihakan ke paslon mana pun.
  2. Meminta Bawaslu Kota Binjai transparan dalam menjalankan fungsinya.
  3. Meminta Bawaslu menindak tegas dalam mengambil sikap sebuah pelanggaran yang terjadi di pilkada Kota Binjai tahun 2020.
  4. Meminta Bawaslu cepat memproses seluruh orang yang sudah dilaporkan terkait pelanggaran pilkada diKota Binjai tahun 2020.
  5. Meminta Bawaslu Kota Binjai cepat memproses Hemi Sridewi dan Darman Ginting, yang diduga kuat melakukan tindak pidana pemilu.
  6. Apabila seluruh Komisioner Bawaslu Kota Binjai tidak sanggup dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas pemilu diKota Binjai Tahun 2020, maka kami ingin seluruh komisioner bBwaslu Kota Binjai agar dicopot dari jabatannya. (Raihan)