Pesawat Sriwijaya Air Jatuh, 62 Orang Hilang

oleh -
Keterangan Foto : Pesawat Sriwijaya Air (Ilustrasi : Yanto/beritanusa).

Jakarta | Pesawat Sriwijaya Air SJY 182 dengan rute penerbangan Jakarta – Pontianak dikabarkan hilang kontak (lost Contac) dan jatuh di Pulau Laki Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) sekira pukul 14.40 WIB.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi melalui Juru Bicaranya Adita Irawati dalam konferensi persnya, Sabtu (9/1/2021) sekira pukul 19.47 WIB di Terminal II D Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

Irawati menjelaskan, kronologis lost contac, bahwa pesawat Sriwijaya SJY 182 tujuan Pontianak take off pada pukul 14.36 WIB, kemudian pada 14.37 WIB melewati 1700 kaki dan melakukan kontak dengan Jakarta Ofroad dan pesawat diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti standar instrumen diphancer.

Pada pukul 14.40 WIB Jakarta Off Road melihat pesawat Sriwijaya Air tidak menuju ke 0,75 derajat melainkan menuju ke Barat Laut (Nort West). Karenanya pihak ATC menanyakan untuk melaporkan arah pesawat. Tidak lama kemudian menjelang hitungan detik pesawat hilang dari layar radar.

Disampaikan, bahwa di dalam pesawat Sriwijaya Air tersebut sesuai manivest terdapat 62 orang terdiri terdiri dari 40 orang penumpang dewasa, 7 orang penumpang anak-anak dan 3 penumpang bayi ditambah 12 kru pesawat terdiri dari 6 orang kru aktif dan 6 ekstra kru.

Pihaknya saat ini terus melakukan koordinasi bersama Basarnas, KNKT dan seluruh pihak terkait termasuk pihak Sriwijaya Air sendiri.

Untuk keluarga penumpang, jika ingin mencari informasi penumpang sudah disediakan nomor Hot line oleh pihak Sriwijaya Air dengan nomor 021 806 378 17 atau bisa langsung datang ke Bandara Soekarno Hatta Terminal II D kedatangan.

Sementara, Ketua KNKT Soeryanto Tjahjono menjelaskan, sesuai tugas KNKT, pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait penyebab terjadinya kecelakaan yang menimpa pesawat Sriwijaya SJY 182 agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari.

Hingga saat ini, KNKT baru dalam proses pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan data penumpang, data keadaan pesawat ketika akan terbang dan akan segera memantau lokasi atau titik jatuhnya pesawat SJY 182.

Namun yang paling utama adalah memastikan dan berpedoman dengan Scan Reserse dan selanjutnya akan terus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, AL, KPLP, Kepolisian dan BNPT serta BBPT untuk bisa meminjam Kapal Baruna IV guna turun langsung ke lokasi.

Irawati menambahkan, saat ini pihak Kementerian Perhubungan tengah melakukan pencarian dan penyelamatan korban jatuhnya pesawat dengan mengerahkan petugas terkait seperti KPLP, Basarnas, Polda Metro Jaya, Pol Air serta pihak terkait lainnya menuju lokasi.

Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaludin menyampaikan, sejak pukul 15.00 WIB pijaknya telah menyediakan Posko pengaduan di dua titik baik di Bandara Soekarno Hatta maupun di Bandara Pontianak.

Dirut PT Jasa Raharja Budi Raharjo mengatakan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Sriwijaya Air dan telah menyiapkan Posko pengaduan baik di Bandara Soekarno Hatta maupun di Bandara Supadio Pontianak. (Yanto).