Pemkab Akan Bantu Pulangkan Ribuan TKI Ilegal Asal Asahan

oleh -

Asahan | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan berjanji akan segera membantu memulangkan ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Asahan yang dikabarkan terkatung-katung di negeri Malaysia yang melakukan Lock Down akibat dari penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo yang sekaligus Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan H. Rahmat Hidayat Siregar, S. Sos., M. Si. kepada Wartawan, Minggu petang (3/5/2020) di Kisaran.

Hidayat menyebut, pihaknya saat ini tengah melakukan proses persyaratan administrasi yang diajukan kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang sekaligus sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

“Inikan proses pemulangan warga antar negara. Jadi prosesnya sampai ke Kementerian terkait. Setelah sudah ada keputusan yang pasti,  maka kami siap membawa pulang seluruh TKI. Direncanakan memakai Kapal Feri,” ujar Hidayat optimis.

Sementara Staf Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Asahan Indra Siringoringo kepada Wartawan menyampaikan, bahwa pihaknya masih mendata TKI yang akan segera dipulangkan ke Kabupaten Asahan.

“Sudah kita data sekitar 1000 orang. Kesemuanya kita data berdasarkan identitas dan memang benar mereka warga Asahan,” ujar Indra melalui selulernya.

Indra menyampaikan, keberadaan TKI yang bukan warga Asahan, tidak akan didata sesuai perintah Pemerintah Kabupaten Asahan.

Untuk pendataan TKI di Malaysia yang ingin pulang kampung ke Kabupaten Asahan, agar mengikuti program pemerintah yang ditutup hari Minggu Tanggal 3 Mei 2020.

“Kita hanya mengingatkan kembali karena program ini sebelumnya sudah berjalan dan kita beritahukan langsung terhadap TKI di Malaysia yang ingin pulang kampung,”ujarnya.

Indra juga menambahkan, kondisi TKI di tempat negeri jiran itu, sudah tidak layak, persediaan makanan mereka sudah menipis dan mereka bermalam di rumah-rumah kosong yang tidak ditinggali pemilik rumah.

“Di sini tim berharap TKI akan segera dipulangkan, namun kami tetap menunggu perintah dari Bapak Bupati Asahan,” harap Indra.

Indra juga menambahkan, TKI ini diduga Ilegal karena berdasarkan informasi mereka tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Malaysia seperti TKI legal lainnya dan jika ingin pulang mereka sudah terjadwal saat permitnya sudah mati. (Yanto).