Netizen Diingatkan Jumadi Untuk Tidak Sebarkan Informasi Meresahkan

oleh -
oleh
Netizen Diingatkan Jumadi Untuk Tidak Sebarkan Informasi Meresahkan
Keterangan Foto : Wakil Walikota Tegal M. Jumadi talkshow "Informasi perkembangan penanganan Covid 19 Kota Tegal" di Radio Sebayu Pro FM. (foto:Amirudin/Beritanusa)

Kota Tegal | Kota Tegal | Netizen diingatkan Jumadi agar tidak menyebar informasi yang sifatnya meresahkan demikian dikatakan Jumadi Senin (28/9).

Kepada siapapun Jumadi mengajak untuk bijak menggunakan sosial media dengan tidak memperkeruh suasana termasuk membuat statement yang bersifat mengolok olok atau mem “bully” pihak pihak tertentu terkait utamanya penyelenggaraan konser dangdut di Tegal Selatan beberapa waktu lalu ungkap Wakil Wali Kota Tegal dalam dialog secara langsung di Radio Sebayu.

” Netizen diingatkan Jumadi jangan sampai menyebar informasi tidak berdasar atau hoax yang berpotensi membuat publik resah takut cemas,” ucapnya.

Seperti kasus di Tegal Selatan, Pemkot Tegal kata Jumadi saat ini telah mengambil langkah cepat pasca kejadian tersebut, Tracing serta Swab Massal langsung dilakukan kepada ratusan orang di wilayah Tegal Selatan memastikan kondisi kesehatan baik penyelenggara maupun pihak lain yang terkait. Saat ini juga sesuai arahan Gubenur Jawa Tengah beserta Forkompinda, Pemkot Tegal diminta untuk tidak kompromi dengan kerumunan.

Baca Juga : Bersepada M. Jumadi Monitoring Protokol Kesehatan

“Hajatan boleh, namun yang tidak boleh kerumunan ada hiburannya, lebih baik hajatan perkawinan misalnya dapat dibatasi cukup ijab qobul saja. Harap masyarakat patuh karena pandemi belum berakhir, kita jangan ngeyel,” ungkap Jumadi.

Jumadi menambahkan bahwa langkah Pemkot Tegal yang selama ini dinilai menjadi salah satu terbaik di Jawa Tengah dan Indonesia  terbukti mendapatkan apresiasi oleh Pemerintah Pusat dengan memberikan Dana Insentif Daerah sebesar Rp. 14 Miliar guna peningkatan perekonomian serta pengananan Covid-19 harapannya tidak dirusak oleh statemen yang tidak berdasar oleh para warga net.

Baca Juga : Jumadi Tegaskan Siapapun Tidak Pakai Masker Kena Sanksi

Untuk itu, Pemkot bahkan sedang mendata 29.000 Kepala Keluarga. “Saat ini baru terdata sekitar 26.000 Kepala Keluarga, yang kemarin belum mendapatkan bantuan laporkan ke Pak RT, Pak RW, Pak Lurah,” ujar Jumadi.

Kepada masyarakat Jumadi kemudian berpesan agar Warga Kota Tegal untuk mematuhi Protokol kesehatan. “Pengap memang, tetapi tidak ada cara lain karena vaksin belum ada, kecuali itu pakai masker, cuci jangan, jaga jarak,” pungkas Jumadi. (Amirudin)