Menkopolhukam: Danau Toba Harus Betul-betul Menjadi Daerah Pariwisata Super Perioritas

oleh -
oleh
Menkopolhukam: Danau Toba Harus Betul-betul Menjadi Daerah Pariwisata Super Perioritas
Keterangan foto : Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia Mahfud MD saat mengunjungi Kota Wisata Parapat Danau Toba tepatnya di Hotel Niagara Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Sumut, Rabu (22/2/2023).

Simalungun | Pariwisata harus di kelola dengan sebaik-baiknya dengan didukung pembangunan – pembangunan di bidang lainnya. Termasuk Danau Toba yang merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional ( KSPN), harus dikelola dengan baik sehingga betul betul menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Demikian dikatakan Menteri Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia Mahfud MD saat mengunjungi Kota Wisata Parapat Danau Toba tepatnya di Hotel Niagara Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Sumut, Rabu (22/2/2023).

Kehadiran Menkopolhukam di Kota Wisata Parapat Danau Toba didampingi Gubsu Edy Rahmayadi bersama Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra dan Pangdam I/BB Mayjen TNI H Achmad Daniel Cardin dan disambut Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama Forkopimda, dalam rangka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang Pembentukan kesatuan kewilayahan kawasan tertentu sebagai kajian konsep pengamanan destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba Sumatera Utara.

Pada kesempatan itu Menkopolhukam mengatakan, kalau tempat wisata itu bagus, secara otomatis akan meningkatkan perekonomian di daerah wisata itu sehingga tingkat perekonomian akan bertumbuh dan menarik perhatian para investor untuk masuk dan berinvestasi ke daerah wisata tersebut.

Baca Juga : dr Susanti Tutup MTQ Siantar Marihat, Medio Maret Dilaksanakan MTQ Tingkat Kota Pematang Siantar 

“Sekarang kepercayaan publik kepada pemerintah terkait keamanan dan kenyamanan itu naik lagi sampai 79,3 persen. Ini tinggi banget dan ini kontribusi terbesar. Saya kira ini terkait juga dengan peningkatan kepercayaan masyarakat kepada kepolisian. Kalau kita bekerja dengan sungguh- sungguh dan dengan baik akan meningkatkan kepercayaan bahwa daerah itu aman dan nyaman,” ujar Menkopolhukam.

Selanjutnya Menkopolhukam juga mengingatkan agar dikawasan destinasi pariwisata super prioritas dibuat agenda acara dan diharapkan dapat dikerjakan dengan bersungguh-sungguh.

“Tergantung hasil diskusi ini, kalau ada nantinya pemikiran bahwa sangat penting untuk menambah anggota kepolisian di kawasan wisata,maka akan dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut Menkopolhukam mengajak pemerintah kabupaten yang berada di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba, supaya berinisiatif membayangkan Danau Toba yang benar benar sebagai tujuan Wisata Prioritas sebagai bagian dari Kawasan Super Prioritas Nasional, kemudian memikirkan bagaimana berbuat yang terbaik dari berbagai aspek.

“Harus kita lihat dulu aspek apa saja untuk mendukung dan meningkatkan destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba, sehingga para wisatawan merasa aman dan nyaman saat berwisata,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Menkopolhukam juga meminta Kapoldasu dan Gubsu untuk membantu bagaimana memikirkan keamanan dari berbagai aspek, sehingga Danau Toba betul betul menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

“Ini harus benar – benar terjadi dan orang harus nyaman datang kemari. Prospek keamanannya itu harus berjalan dengan bagus. Kalau negara ini aman dan stabilitas seluruh Indonesia ini bisa terjaga, saya yakin seluruh dunia tidak akan ragu lagi untuk datang berwisata ke Indonesia terkhusus Danau Toba,”sebut Menkopolhukam.

Dalam kesempatan itu, Bupati Simalungun menyampaikan bahwa Pemkab Simalungun sangat mendukung Danau Toba menjadi Kawasan Pariwisata Super Prioritas, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurut Bupati, saat ini Pemkab Simalungun terus berupaya membangun infrastruktur jalan di tempat tujuan wisata yang ada di kawasan Danau Toba khususnya di Kabupaten Simalungun. 

Baca Juga : Bantu Teknis Vaksinasi Covid-19 di Simalungun Tim EpiC Indonesia Diapresiasi Wakil Bupati

“Hal ini juga dalam rangka mendukung kawasan pariwisata Danau Toba menjadi tujuan wisata prioritas serta menghidupkan UMKM yang ada di kawasan wisata Danau Toba ini,”kata Bupati.

Terkait dengan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan, Bupati menyampaikan bahwa kenyamanan bagi wisatawan memang sangat penting.

“Keamanan dan kenyamanan menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis sektor pariwisata, oleh karena itu mari sama-sama kita jaga kondusifitas di kawasan Danau Toba.Kepada pelaku usaha wisata, saya mengimbau berikan kesan yang terbaik kepada wisatawan, sehingga kunjungan wisatawan meningkat di Kabupaten Simalungun,” imbuh Bupati.

Diketahui, ada 10 KSPN berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Morotai ( Maluku Utara), Pulau Komodo- Labuan Bajo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Kepulauan Seribu ( DKI Jakarta), Bromo- Tengger (Jawa Timur), Mandalika Lombok (NTB) dan Tanjung Lesung (Banten). (Susan)