Korban Penyalahgunaan Narkoba Cukup Direhabilitasi Dan Dibina

oleh -599 Dilihat
oleh

Asahan | Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Kabupaten Asahan Tahun 2020 yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Asahan berbeda dari tahun sebelumnya. Akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), peringatan tahun ini berlangsung secara Virtual, Jumat (26/6/2020) di ruang Vidcon kantor Bupati Asahan Jalan Sudirman Kisaran.

Acara dihadiri Bupati Asahan beserta unsur Forkopimda, Kepala BNN Kabupsten Asahan/Staf, para Asisten Setdakab Asahan dan OPD terkait.

Kepala BNN Kabupaten Asahan AKBP Victor Immanuel Sembiring, S.H., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan atas bantuan dan kerjasamanya dalam melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dalam upaya memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Sembiring juga menyampaikan, bahwa BNN Kabupaten Asahan secara terus menerus melakukan sosialisasi terkait bahayanya penyalahgunaan narkoba, rehabilitasi dan pembinaan kepada masyarakat dan lain-lain dengan tujuan memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Asahan.

Dia berharap, perhatian Pemkab Asahan untuk mewujudkan Klinik Pratama Narkoba sesuai janji Sekda saat berkunjung di kantor BNN beberapa waktu yang lalu.

Menurut Sembiring, jika Klinik Pratama Narkoba benar terwujud, BNNK Asahan tidak perlu memenjarakan korban penyalahgunaan narkoba, tapi cukup direhabilitasi dan dibina.

“Jika klinik pratama narkoba di Asahan benar-benar terwujud, maka kita tidak perlu memenjarakan orang, tapi cukup direhab dan dibina. Dan ini merupakan kali pertama di Indonesia dan akan menjadi proyek percontohan bagi BNN di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sembiring juga mengatakan, meskipun acara peringatan HANI berlangsung secara virtual, tetap tidak mengurangi kekhidmatan dan tujuan memberantas peredaran narkoba di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Asahan.

Di tempat yang sama, Bupati Asahan H. Surya, B. Sc. mengatakan, bahwa negara Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak keempat dunia dan luas wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke menjadi pasar yang menjanjikan bagi pelaku peredaran narkoba.

Menurut Surya, kendati di tengah pandemi Covid-19, tidak menjadikan penghalang bagi para pelaku kejahatan narkoba untuk mencari peluang demi keuntungan kelompoknya.

Surya juga mengatakan, bahwa pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa dan masyarakat untuk memeranginya.

Demi menyongsong Indonesia Emas 2045, Surya mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Asahan.

Menurut Surya, dengan bersihnya penyalahgunaan dan peredaran narkoba, akan mendorong pembangunan Indonesia dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan beronofatif secara berkesinambungan. (Yanto).