Komunitas Masyarakat Peduli TBC Kota Binjai di Bentuk

oleh -
Komunitas Masyarakat Peduli TBC Kota Binjai di Bentuk

Binjai | Sejumlah kalangan mulai merasa khawatir dengan tingginya angka kasus pengidap TBC (Tuberculosis) di Binjai. Beberapa langkah pun mulai dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit paru-paru paling mematikan yang berasal dari kuman Mycobacterium Tuberkulosis tersebut.

“Hari ini kegiatannya untuk menginisiasi persiapan pembentukan komunitas masyarakat peduli TBC (KMPTB) di Kota Binjai. Gerakannya kami mulai dari Binjai Selatan sebagai daerah paling tertinggi ditemukan kasus TBC di Binjai” kata pembicara dari Yayasan Cahaya Bersama Rakyat, M Arifuddin, Rabu (1/12/2021) siang.

Arifuddin menjelaskan pihaknya siap membantu pemerintah untuk penanggulangan penyebaran TBC. Salah satunya dengan cara membentuk komunitas peduli TBC di Binjai. 

“Kita hari ini menghadirkan 61 Kepling, 8 Lurah serta perangkat organisasi kepemudaan dari KNPI Binjai untuk saling bekerjasama mencegah penyebaran TBC agar tidak lebih meluas,” ucapnya.

Disebutkan Arifuddin berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, Binjai Selatan sendiri menjadi kecamatan paling tertinggi jumlah pengidap penyakit TBC. Hal itu bisa dihitung dari jumlah terduga orang terpapar TBC yang bisa mencapai 700 hingga 1000 kasus dalam setahun.

“Karena yang kita lihat tertinggi itu di Binjai Selatan makanya kita turun kesini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Binjai, Rafiq Melayu menjelaskan munculnya inisiasi untuk membentuk komunitas peduli TBC setelah adanya dialog antara pemuda dengan pihak yayasan.

“Intinya kita para pemuda siap bekerjasama dengan pihak yayasan guna mengantisipasi penyebaran TBC di Kota Binjai. Karena mengingat tingginya jumlah angka kasus TBC di Binjai sekarang ini,” ujarnya. (red)