Inilah Tututan Aksi Mahasiswa Kota Binjai Tolak Omnibus Law

oleh -
Inilah Tututan Aksi Mahasiswa Kota Binjai Tolak Omnibus Law

Binjai | Ratusan massa yang menamakan diri “Aliasi Pemuda Mahasiswa Kota Binjai” melakukan aksi demo damai menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker), Senin (12/10/2020).

Omnibus Law UU Cipta Kerja telah disahkan oleh DPR RI pada 05 Oktober 2020 digedung MPR DPR RI Senayan dan menimbulkan gejolak penolakkan oleh Buruh, Mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat.

“Kami aliansi pemuda mahasiswa Kota Binjai mengatakan sikap menolak Undang – Undang Cipta Kerja” ujar Mahasiswa.

Pernyataan sikap tersebut terlihat dalam surat pernyataan sikap yang dibagikan parah Mahasiswa Binjai.

Selanjutnya, sembari terus berorasi dan para mahasiswa Binjai telah berkumpul, sekira pukul 09.20 WIB, massa beramai – ramai menaikin sepeda motor ke Gedung DPRD Binjai, yang beralamat di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, untuk menyuarakan tuntutannya.

Inilah Tututan Aksi Mahasiswa Kota Binjai yang menolak Omnibus Law :

1. Meminta DPRD Kota Binjai sebagai perwakilan masyarakat Kota Binjai untuk menyatakan sikap penolakan atas di-sahkannya Undang – Undang Cipta Kerja.

2. Meminta DPRD Kota Binjai untuk mendesak DPR RI agar mencabut Undang – Undang Cipta Kerja atau setidak-setidaknya merubah substansi Undang – Undang Cipta Kerja dengan keberpihakan terhadap masyarakat khususnya buruh, nelayan dan pihak – pihak lain yang terkena dampak dari Undang – Undang tersebut.

3. Presiden harus menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang (PERPPU) untuk membatalkan Undang – Undang Cipta Kerja atau setidak – tidaknya merubah substansi atau pasal yang bermasalah pada Undang – Undang Cipta Kerja tersebut.

Sesampai para ratusan mahasiswa di Kantor DPRD Kota Binjai mereka mengharapkan bahwasannya Ketua DPRD Kota Binjai H. Noor Sri Alam Syah Putra dan Wakil atau Fraksi DPRD segera hadir dihadapan para mahasiswa

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya dua anggota DPRD Kota Binjai, yaitu Joko Basuki dari Fraksi Gerindra serta Hairil Anwar dari Fraksi PKS, menemui para pengunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Binjai.

“Ternyata semangat adik-adik semua sama dengan semangat saya ‘ ucap joko, saat menerima langsung aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa kota Binjai

Joko juga mengapresiasi sikap dari mahasiswa yang mau memperjuangkan hak-hak buruh. Menurutnya, hal itu patut untuk didengar dan sikapi oleh anggota dewan.

” Semua keluhan ini nantinya akan kita sampaikan ke pusat, namun juga harus dibahas kembali bersama seluruh Fraksi dan Pimpinan DPRD di kota Binjai ” ujar dia.

Joko menghimbau untuk para mahasiwa agar berjuang secara ikhlas ” saya salut dengan perjuangan kalian, berjuanglah, namun jangan mau terpropokasi oleh oknum yang punya kepentingan lain ” tandasnya.

Dalam aksi kali ini terlihat Mahasiswa mentaati prokotol kesehatan dengan menggunakan masker agar terhindar dari covid-19.

Tak hanya itu, ratusan personel petugas keamanan dari Polres Binjai dan para SatPol PP tampak disiapkan untuk berjaga-jaga dan mengamankan jalannya aksi unjuk rasa tersebut.

Setelah mahasiswa menyapaikan tuntutannya dan Ketua DPRD Kota Binjai menandatanganni surat bahwasanya DPRD Binjai menolak Undang – Undang Cipta Kerja dan berjanji akan meneruskannya ke DPRD Sumut dan DPR RI, akhirnya massa membubarkan diri sekitar pukul 15.00 WIB sore. (Raihan)