Gebrak Kab Tegal Tolak Keberadaan KAMI

oleh -

Kab. Tegal | Sejumlah tokoh organisasi massa (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), DPC Projo, LSM Benmas, Banser, Gerakan Pemuda Marhaenis, DPC Pemuda Demokrat Indonesis hadir Usthad Rojikin, Suherman, Rudi Suswanto, KRT Rosa Mulya Aji, Nurochman Nasori, Dasuki Raswadi dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya tergabung di dalam Alisansi Bersama  Menolak KAMI (Gebrak) Kab Tegal melakukan aksi damai di Taman Rakyat Slawi ( Trasa ).

Dalam pernyataan sikapnya koordinator lapangan (Korlap) Rudi Suswanto mengatakan Aliansi Gerakan Bersama Menolak KAMI (Gebrak) dilakukan demi menciptakan kondusifitas Kabupaten Tegal. Dan untuk tetap berjalannya roda pemerintahan serta menjamin hak – hak masyarakat bersama maka Aliansi GEBRAK bersama elemen masyarakat Kab. Tegal menolak semua bentuk kegiatan KAMI dalam bentuk apapun di wilayah Indonesia umumnya dan Kabupaten Tegal khususnya, tandas Rudi Suswanto

Dibagian lain Rudi merasa perihatin dengan dengan gerakan KAMI, apalagi sudah menganggap pemerintahan gagal. Untuk itu segala bentuk kegiatan KAMI di Kabupaten Tegal sepakat harus di tolak. ” Niat dan usaha baik ini semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa mengiringi langkah perjuangan kita semua” harap Rudi.

Hal yang sama disampaikan H. Nurochman Nasori, tokoh Banser ini menentang keras gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang sempat dideklarasikan di Jakarta. “Jangan sampai kelompok ini muncul di wilayah Kabupaten Kabupaten Tegal” tandas Nurochman

Nurochman Nasori  menganggap Indonesia belum perlu diselamatkan. Menurutnya, persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Selain itu, masyarakat juga masih bisa beraktivitas. Kalaupun saat ini terjadi pandemi Covid-19, adalah wabah dunia yang harus diatasi bersama-sama dan jangan menjadi alasan untuk menjatuhkan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Kita sadar pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan tidak berjalan. Tapi ini adalah wabah dunia, jangalah wabah untuk menjatuhkan pemerintahan. Kita merasa terusik, manakala muncul kata-kata Indonesia perlu diselamatkan. Kami sebagai warga bangsa ikut terpanggil, turun menggelar aksi, “ tandasnya ( Chaerul Azmi)