Diguyur Hujan Semalaman, 327 KK di Asahan Terendam Banjir

oleh -497 Dilihat
Diguyur Hujan Semalaman, 327 KK di Asahan Terendam Banjir
Keterangan Foto : Situasi Genangan Banjir Mengalir dengan Deras di Desa Terusan Kecamatan Tinggi Raja Kabupaten Asahan.

Asahan | Sebanyak 327 Kepala Keluarga (KK) dari 3 Desa di Kabupaten mengalami genangan banjir. Banjir disebabkan luapan sungai di sekitar desa tersebut akibat hujan yang mengguyur semalaman suntuk, Selasa (3/11/2020) pukul 20.00 hingga 04.30.WIB.

Ketiga desa yang mengalami genangan banjir yaitu, Desa Terusan, Piasa Ulu Kecamatan Tinggi Raja masing-masing 115 KK dan 200 KK, sementara Desa Perkebunan III/IV Kecamatan Sei Dadap 12 KK juga ikut terdampak.

Fasilitas lain juga ikut terdampak genangan banjir di antaranya, 1 Masjid, 2 sekolah, lahan pertanian warga dan beberapa jalan penghubung antar desa mengalami abrasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Asahan Asrul Wahid, S. E., M. Si. melalui siaran pers yang diterima beritanusa.com, Rabu (4/11/2020) sekira pukul 19.00 WIB menyampaikan, pihak melakukan pengecekan langsung ke wilayah terdampak untuk memastikan dan mendata kerusakan akibat dampak genangan banjir.

” Tim dipimpin Wahyudi Sitorus Pusdalopsdatinmas dan Kasubdid Kedaruratan Zulfahri Harahap, S.H. bekerjasama dan berkoordinasi dengan perangkat desa terkait untuk melakukan pengecekan dan mendata kerusakan fasilitas umum serta mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap genangan air yang mungkin bisa saja naik intensitasnya,” kata Asrul.

Menurut Asrul, wilayah desa tersebut memang rawan banjir, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan tenggang waktu yang lama. Hal itu disebabkan adanya pendangkalan dasar sungai dan saluran air di wilayah tersebut tidak lancar.

“Pun, genangan banjir biasanya tidak berlangsung lama, karena air hanya bergenang dan lambat laun berangsur surut,” ujarnya.

Asrul juga menjelaskan, hingga Rabu 4 November 2020 sekira pukul 10.00 WIB genangan air di 3 desa tersebut mencapai kisaran 20 – 120 cm di atas permukaan tanah. Namun hingga pukul 19.00 WIB sudah berkurang. (Yanto).