Demo Mahasiswa Tolak RUU Omnibus Law, Joko Basuki Juga Pernah Jadi Buruh

oleh -
Demo Mahasiswa Tolak RUU Omnibus Law, Joko Basuki Juga Pernah Jadi Buruh
Keterangan Foto : Demo Mahasiswa Kota Binjai tolak RUU Omnibus Law. (foto : Raihan/Beritanusa)

Binjai | Demo Mahasiswa Tolak RUU Omnibus Law, Joko Basuki Juga Pernah Jadi Buruh sebutnya dalam aksi demo mahasiswa tolak RUU Ombnibus Law

Dengan semua daerah turut menggelar aksi menolak adanya RUU Omnibus Law atau UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI beberapa waktu lalu ratusan massa mahasiswa Binjai yang menamakan diri “Presidium Mahasiswa Binjai” ikut menyuarakan aspirasinya kepada DPRD Kota Binjai melakukan aksi demo damai dikantor DPRD Kota Binjai yang teletak di Kolam Renang Ovany Binjai. Jumat (09/10/2020)

Hidup mahasiswa!! hidup mahasiswa!! hidup Rakyat Indonesia!! Begitulah kata kata penyemangat mahasiswa Binjai dengan menyuwarakan aspirasinya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kota Binjai.

“Kita semua mahasiswa, kita semua perlu mahasiswa, kita tunjukan kita adalah manusia – manusia beretik setuju”.

“Aksi ini adalah aksi damai tidak ada aksi selain aksi damai, jangan ada yang menurut kemarah kita dan jangan ada yang merasa jiwanya pedih cukup ditertawakan saja setuju”.

“Cukup aparat kepolisian saja yang menangani mereka, kita percayakan seluruhnya kepada mereka karena merekalah yang dapat menangani itu.” ucap dari beberapa mahasiswa sambil semangat!!

Dari pantauwan awak media ratusan Mahasiswa beberapa menyuarakan aspirasinya dan ada juga tuntutanya.

Berikut tuntutan dari Presidium Mahasiswa Binjai:

1. Menolak penghapuran upah minimum sektoral (UMK).

2. Menolak UU Omnibus Law yang sekarang sudah disahkan menjadi UU Cipta Kerja.

3. Menolak pengurangan nilai pesangon.

4. Menolak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

5. Menolak outsorcing pekerja seumur hidup tanpa ada batasan jenis pekerja.

6. Menolak jam kerja yang eksploitatif.

7. Menolak UU Omnibus Law pasal 42 dan

8. Menuntut kembalinya hak cuti dan hak upah atas cuti.

Perwakilan Pimpinan Cabang Himpunan mahasiswa khusus Kota Binjai meminta kepada saudara saudara DPR yang ada di DPRD Kota Binjai untuk dapat menyampaikan aspirasi yang kami sampaikan setuju

“Hari ini kita berterimakasih kepada mereka berdua yang ada disini, itu artinya mereka berdua ini telah merasa sakit yang sama dengan kita.”

Siapa pun anggota DPR yang memihak kepada mahasiswa memihak kepada rakyat indonesia jangan menutup mata kita harus lihat mana yang baik mana yang benar maupu buruk dan yang salah.

Baca Juga :
Mahasiswa Kota Binjai gelar aksi menolak Omnibus Law
Ratusan Mahasiswa Subulussalam Adakan Aksi Penolakan UU Cipta Kerja

Perwakilan Cabang Himpunan Mahasiswa Kota Binjai, Lanjutnya memohon kepada DPRD Kota Binjai untuk dapat  segera menyampai aspirasi- aspirasi warga masyarakat dan mahasiswa Kota Binjai untuk secepatnya RUU Omnibus Law untuk segera dicabut dan juga jika tidak dicabut ini bukan aksi yang pertama tapi akan berlanjut.

“Ini adalah aksi dimana aksi nantinya yang akan kita lanjutan jika permohonan kita tidak kunjung di tanggapi.” sebut salah satu perwakilan himpunan Mahasiswa

Acara pun tetap kondusif, ratusan personel petugas keamanan dari Polres Binjai tampak disiapkan untuk berjaga-jaga dan mengamankan jalannya aksi unjuk rasa tersebut.

Tujuan dari demo mahasiswa kali ini hanya ingin mendapat pernyataan sikap DPRD Kota Binjai bahasanya sepakat untuk turut mencabut Undang – undang Cipta Kerja. Seru salah satu mahasiswa

Mahasiswa meminta  semua DPRD Kota Binjai untuk keluar berpanas panasan bersama mahasiswa ” keluar DPR!! keluar DPR!! “.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya dua anggota DPRD Kota Binjai, yaitu Joko Basuki dari Fraksi Gerindra serta Hairil Anwar dari Fraksi PKS, menemui para pengunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Binjai.

Keterangan Foto : Joko Basuki Fraksi Gerindra. (foto : Raihan/Beritanusa)

 Joko Basuki mengatakan kami sampaikan bawasannya permintaan saudara saudara tentang RUU Ombnas Law, kami adalah DPRD Kota Binjai, kami siap menyampaikan aspirasi saudara saudara sekalian mahasiswa sekarang bukan kaleng kaleng, kami bukan bos kami siap perintah rakyat inilah adalah bangsa demokrasi ini lah harapan kita semua berubahan, seru Joko

Sambung Joko, “saya seorang Joko Basuki saya juga pernah jadi buruh, pernah merasakan buruh, pernah jadi satpam, saya tahu penderitaan itu percayakan kepada saya, saya siap mengantarkan aspirasi saudara saudaraku”.

Joko juga nambahkan tetap tertip tetap aman jaga kota binjai yang kita cintai ini kondusifkan jangan ada diantara kita terprofokasi dengan kepentingan kepentingan politik lainnya.

Hairil Anwar juga menyebukan hari senin juga ada aksi mahasiswa dan hari selasa kami akan menyampaikan seluruh tuntutan mahasiswa hari senin kami terima dan hari selasa kami layangkan kepusat.

Seru para mahasiswa memintak para DPRD Kota Binjai segera dan cepat untuk mengirim permohonan menolak RUU Omnibus Law

“ ini hari jumat besok saya ke DPR RI tidak ada orang disana maka insyah allah akan saya sampaikan hari senin seluruh aspirasi mahasiswa, Insyah Allah janji diatas janji, insyah Allah berarti saya janji bukan kepada kalian tapi saya janji kepada Allah SWT.” Ucapnya.

Keterangan Foto : Penandatangan persetujuan DPRD Kota Binjai Menolak RUU Omnibus Law. (foto : Raihan/Beritanusa)

selain itu para mahasiswa sudah mempersiapkan berkas untuk penandatangan persetujuan untuk DPRD Kota Binjai menolak RUU Omnibus Law dan akhirnya massa membubarkan diri sebaring selesainya berdoa bersama. (Raihan)