Bukan Murni Pembacokan, Keluarga Keuchik Nonaktif Pulo Kito Aceh Utara Keberatan Vonis Hakim

oleh -
Keterangan Foto : Maimun adik kandung Keuchik nonaktif Pulo Kitou Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara.

LHOKSEUMAWE | Pihak keluarga Keuchik nonaktif Pulo Kito, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara merasa keberatan dengan vonis hakim delapan tahun, kerena dianggap bukan murni melakukan pembacokan melainkan semata – mata membela diri untuk melepaskan dari ancaman maut. Kamis (25/2/2021)

Keuchik nonaktif Pulo Kitou Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara M Yusuf Doni divonis hukuman delapan tahun penjara karena terlibat kasus pembacokan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara.

Abang kandungan Keuchik nonaktif Tgk Syarifuddin, Zulkifli didampingi adiknya Maimun mengatakan, pihak keluarga merasa keberatan dengan vonis hakim delapan tahun penjara, karena hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih tinggi dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara.

Kemudian pihak keluarga juga merasa keberatan dengan disebutkan pembacokan, karena itu bukan murni pembacokan, hal itu dikuatkan oleh keterangan saksi yang melihat langsung di saat kejadian.

“Menunut keterangan saksi Basyariah kejadian tersebut bukan murni pembacok tetapih berkelahi lebih kepada membela diri, kalau dilakukan pembacokan pasti lobang bacotnya banyak, kemudian M Yusuf Doni saat itu kondisnya paru-paru bocor dan tangan sebelah kiri tulang lembek sudah patah tidak mungkin melakukan itu,” jelasnya

Kemudian M Yusuf Doni sebelum kejadian sedang pulang dari tempat pandai besi sehingga ada sebilah parang di keretanya, karena dirinya diserang korban mengayunkan sebilah parang diatas pundaknya untuk membela diri, kalaupun itu terjadi kepada diri seseorang pasti melakukan hal yang sama. (Mulyadi)