BPJS Kesehatan Pematang Siantar Gelar Evaluasi Kader JKN

oleh -
oleh
BPJS Kesehatan Pematang Siantar Gelar Evaluasi Kader JKN
Keterangan foto : Pimpinan BPJS Kesehatan Pematang Siantar saat Gelar Evaluasi Kader JKN. (Beritanusa/Ist)

Pematang Siantar | Dalam rangka mengoptimalkan penyampaian informasi kepada para peserta JKN, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah lama mengembangkan program Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam praktiknya, Kader JKN menjadi tombak dalam mengajak masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta JKN. Selain itu Kader JKN juga bertugas mengenalkan Program JKN kepada warga, dan sebagai pihak yang membantu mengingatkan serta mengumpulkan iuran para peserta.

Pada Rabu (22/02/2023), para Kader JKN BPJS Kesehatan Cabang Pematang Siantar menghadiri kegiatan evaluasi kinerja yang rutin dilaksanakan secara periodik. Selain evaluasi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi, sharing informasi Program JKN sekaligus pemberian motivasi dan berbagi pengalaman antar Kader JKN serta meninjau kinerja para Kader JKN. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pematang Siantar, Kiki Christmar Marbun menjelaskan bahwa kegiatan yang rutin dilaksanakan itu juga sebagai upaya mengadvokasi Kader JKN untuk dapat menyampaikan kepada peserta tentang pentingnya status kepesertaan JKN tetap aktif agar tidak terkendala ketika mengakses pelayanan kesehatan.

“Kader JKN turut berperan dalam penyampaian hal tersebut kepada para peserta JKN mengingat masing-masing Kader JKN telah memiliki wilayah binaan yang telah dikenalnya. Iuran ibarat darah bagi tubuh manusia, fungsinya sangat penting bagi metabolisme tubuh manusia, begitu juga dalam menjaga finansial keberlangsungan Program JKN. Iuran sangat penting dalam pembiayaan pelayanan kesehatan ke depannya. Peran Kader JKN sangat besar dalam hal ini,” kata Kiki.

Kiki juga menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk memastikan status peserta dapat aktif melalui peningkatan kolektabilitas iuran peserta JKN. Hingga saat ini, berbagai upaya komprehensif telah dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Pematang Siantar. Melalui upaya telecollection, edukasi Program Rencana Iuran Bertahap (REHAB), pemasangan iklan pengingat pembayaran iuran, serta penagihan yang dilakukan oleh Kader JKN dari rumah ke rumah.

Selanjutnya, Kiki mengatakan bahwa BPJS Kesehatan akan tetap berkomitmen untuk terus menciptakan berbagai upaya, agar para Kader JKN dapat terus menjalankan kewajibannya untuk membantu menyukseskan penyelenggaraan Program JKN. Selain itu, Kiki mengatakan bahwa pihaknya akan terbuka apabila salah satu Kader JKN memiliki kendala dalam menjalankan tugas.

Baca Juga : Bupati Asahan Tandatangani Nota Kesepakatan dengan Kementerian Kominfo RI

“Terkait upaya peningkatan kinerja Kader JKN, para kader diberi motivasi dan dilibatkan dalam sharing pengalaman. Bagi kader yang berprestasi diharapkan dapat menularkan pengalaman keberhasilannya kepada kader yang lainnya. Kami juga berharap para kader untuk tidak lupa mengedukasi peserta menunggak untuk mendaftar Program REHAB,” ungkap Kiki.

Butet Agusniar Manurung (38), salah satu Kader JKN mitra BPJS Kesehatan Cabang Pematang Siantar yang kinerjanya berhasil mencapai peringkat 13 nasional pada triwulan ke IV Tahun 2022, mengungkapkan bahwa pihaknya bangga menjadi Kader JKN karena dapat membantu banyak masyarakat. Niar mengaku bahwa ia tak bosan mengingatkan dan menyosialisasikan kepada masyarakat di wilayah binaannya tentang pentingnya Program JKN. Ketika Niar berkunjung ke rumah warga, dirinya kini telah mampu mengadvokasi manfaat Program JKN.

“Selama menjadi Kader JKN, kami tidak pernah dirugikan sama sekali karena kami menganggap menjalankan tugas mulia yang diamanahkan negara kepada kami. Sampai dengan saat ini saya bangga bisa mengedukasi kurang lebih 84 peserta JKN. Edukasi kami ternyata sangat bermanfaat, karena hasilnya adalah beberapa peserta bisa menyadari betapa pentingnya Program JKN. Tidak sedikit peserta yang berterima kasih karena telah diingatkan masih memiliki tagihan iuran yang belum sempat mereka bayarkan karena kesibukannya. Tidak disangka-sangka sebagian besar pada saat itu juga langsung membayar iurannya,” jelas Niar. (Maringan)