Bocah Perempuan Tewas Tenggelam di Kolam Renang, Polisi Masih Olah TKP

oleh -
oleh
Bocah Perempuan Tewas Tenggelam di Kolam Renang, Polisi Masih Olah TKP
Foto : Ilustrasi

Pelalawan | Seorang bocah perempuan berinisial KNS (11) warga Perumahan Marbun, Jalan Engkau Raja Lela Putra, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, tewas tenggelam di kolam renang Mutiara, Jalan Bambu agDua Putra, Pangkalan Kerinci, Ahad (12/6) kemarin.

“Betul kita terima laporannya, bahwa ada seorang anak yang tewas tenggelam di kolam renang Mutiara dan saat ini sedang dalam penyidikan,” ujar Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol AY Lubis saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler Senin (13/6).

Dikatakannya lagi, korban pergi berenang dengan ditemani ibunya YH (30) bersama 3 orang saudara korban. Namun saat berenang dikolam kedalaman 2 meter, korban  ditemani satu orang temannya berinisial MNP (11) warga Pangkalan Kerinci.

Baca Juga : Waris Buka Sosialisasi Aksi Perubahan Pelatihan Penilaian Kesehatan KSP dan PK2UKM

“Mereka sudah dingatkan Abang dari temannya yakni Gabriel Panjaitan maupun 3 orang penjaga kolam, namun tidak mengindahkan, dengan alasan mereka pandai berenang,” terang mantan Kapolsek Bandar Seikijang ini lagi.

Dilanjutkannya lagi, tidak lama berselang korban bersama dengan kawannya terlihat megap-megap ditengah kolam dan tenggelam dikedalaman kolam 2 meter.

“Melihat hal tersebut petugas penjaga kolam renang berusaha menyelamatkan nyawa kedua anak tersebut dengan menyeretnya ketepi kolam untuk diberi pertolongan dan langsung di evakuasi ke rumah sakit terdekat, namun KNS tidak dapat tertolong, sedangkan MNP dapat kembali sadar,” ungkap MY Lubis.

Atas kejadian itu Polsek Pangkalan Kerinci langsung melakukan olah TKP dan memasang tanda policeline disekitar kolam renang.

“Kita masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada unsur kesengajaan dan kelalaian dalam pengawasan dan pengamanan kolam renang tersebut,” jelasnya.

Sementara itu Paman korban Yose Silaban (48) warga Pangkalan Kerinci yang dikonfirmasi terkait tewasnya KNS dalam keterangannya sangat menyesalkan kejadian yang menimpa keponakannya tersebut.

“Kita telah buat laporannya di kepolisian karena ada dugaan mereka lalai dalam pengamanan,” jelasnya.

Ditambahkannya lagi mereka diduga  tidak mempunyai alat safety pengamanan bagi pengunjung kolam sehingga korban meregang nyawa.

Baca Juga : Bawaslu Binjai Buka Meja Pendaftaran Pemantau Pemilu 2024

“Ibu kandungnya yang tidak pandai berenang, hanya bisa teriak-teriak meminta tolong agar anaknya diselamatkan namun petugas penyelamat lambat bergerak sehingga keduankorban sempat tenggelam,” tuturnya dengan emosi.

Salah seorang warga Pangkalan Kerinci yang  enggan menyebutkan namanya, saat ditemui di rumah duka menyebutkan bahwa kolam renang Mutiara tersebut sudah pernah memakan koran tenggelam.

“Beberapa tahun yang lalu juga sudah ada kejadian anak-anak tenggelam. Cuma tidak tahu bagaimana kelanjutannya. Yang pasti selama Covid-19 ini kolam tersebut ditutup. Jadi ini baru buka kembali,” kata warga tersebut sambil berlalu. (anton).