Aktivitas Pengerukan dan Pengangkutan Tanah PT GPM Resahkan Warga

oleh -
Aktivitas Pengerukan dan Pengangkutan Tanah PT GPM Resahkan Warga
Keterangan Foto : Rony Reynaldo Situmorang anggota DPRD Sumut dari Partai Nasdem

Pematangsiantar | Kegiatan PT GPM mengangkut tanah kerukan dengan dump truck yang sempat terhenti, kembali lagi beraktivitas yang berlokasi di komplek Perumahan Banten Residence,jalan basuh tangan, tambun nabolon, siantar Martoba sejak Senin, (3/5/2021).

Dari awal pengerukan tanah yang diangkut melewati lokasi perumahan polisi Bhayangkara Permai, memang sudah menimbulkan pro kontra di masyarakat sekitar. 

PT. GPM yang saat ini tengah membangun perumahan bersubsidi di lokasi jalan Basuh Tangan Tambun Timur, kelurahan Tambun Nabolon, kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, membuat hilangnya kenyamanan  sebagian besar warga Kelurahan Tambun Nabolon RT 001/002 dan 002/002  yang sebelumnya sudah pernah menolak pengerukan  dan pengangkutan tanah ini secara resmi . 

Penolakan warga itu disebut, sebenarnya sudah berlansung sejak tahun lalu. Dibuktikan dengan surat resmi tanggal 14 Juli 2020 yang ditujukan kepada Walikota dengan tembusan DPRD Siantar, Kapolsek Kecamatan Siantar Martoba, Danramil Kecamatan Siantar Martoba, Camat Siantar Martoba dan Lurah Tambun Nabolon.

Pertemuan yang dihadiri oleh Kapolsek, Lurah, Pengusaha dan Warga menghasilkan keputusan Musyawarah-Mufakat yaitu Perusahaan PT. GPM memberikan foto kopy berupa izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) – Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) yang berkaitan dengan pengerukan dan pengangkutan tanah menggunakan  dump truck, dan PT. GPM disebutkan harus menghentikan aktivitasnya jika tidak bisa memberi foto copy UKL – UPL tersebut

Namun, pada faktanya berdasarkan pantauan Beritanusa.com, mobil  dump truck saat beroprasi sama sekali tidak mengikuti Standard Oprasional Prosedur (SOP) yakni ban tidak disiram saat keluar lokasi pengerukan, dan saat pengangkutan tanah dump truck tidak memakai penutup terpal untuk mencegah tanah jatuh dan berceceran di sepanjang jalan.

Menurut salah seorang warga, SR (48). Proyek Pembangunan rumah bersubsidi yang bernama ” Perumahan Pesona Banten Residence ini, sejak awal pengerukan memang sudah menimbulkan pro kontra di masyarakat sekitar. Apalagi tanah kerukan yang memakai alat berat itu  diangkut dengan dump truck yang setiap saat melintasi jalan utama komplek Perumahan Bhayangkara Permai Jl. Tambun Timur.

“Pengangkutan berdampak merusak dan menghancurkan jalan yang semula diaspal cukup mulus.Sekarang, seiring berjalannya waktu dan tidak selesai-selesainya pelaksanaan proyek pengangkutan tanah yang dilintasi dump truck, jalan aspal yang semula kondisinya bagus itu kini ada yang berlubang, retak-retak, pinggiran aspal hancur bahkan ada aspal yang menggelembung karena tidak mampu menahan beban tonase dump truck, ujar SR, Selasa (05/05/2021)

Di tempat terpisah anggota DPRD SUMUT Rony S. Situmorang saat di komfirmasi Beritanusa.com Rabu (05/05/2021) menyatakan Aktivitas Pengerukan dan Pengangkutan Tanah PT GPM harus memperhatikan hasil musyawarah – mufakat dan juga memperhatikan dampak pengaruh lingkungan ke  masyarakat sekitar, ujar Rony

Salah seorang warga yang tidak mau namanya disebut, kepada Beritanusa.com juga mengaku sangat kecewa, karena hasil musyawarah – mufakat diabaikan pengusaha, dump truck yang mondar mandir mengganggu kenyamanan karena tanah yang diangkut bercecer di jalan dan resiko bagi pengguna kendaraan roda dua terpeleset karena licin saat hujan turun, terancam bakal terulang lagi. Warga sangat mengharapkan Pemerintah Daerah mau peduli atas keberatan warga.

“Kalau pun Pemerintah Siantar tutup mata semoga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mau peduli,”imbuh warga (Maringan S)