Akibat Wabah Covid19, Pedagang Mulai Resah Harga Ayam Potong Anjlok

oleh -
oleh

Pelalawan | Wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid19) yang terjadi akhir-akhir ini membuat beberapa usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, mulai merasakan dampaknya.

Vijay (35) salah seorang pedagang ayam potong mulai mengeluh akibat sepinya pasar dan berkurangnya daya beli masyarakat akan kebutuhan daging ayam.

“Ini dipicu karena masyarakat mulai membatasi keluar rumah akibat himbauan pemerintah dalam memutus mata rantai wabah Covid19,” ujarnya di Pasarbaru, Pangkalan Kerinci, Sabtu (25/4).

Dia juga mengaku telah menurunkan harga jual ayam potong untuk menutupi defisit pengeluaran yang cukup tinggi disebabkan sepinya masyarakat yang berbelanja serta banyaknya rumah makan maupun pedagang pecal lele yang tutup.

“Kita sudah menurunkan harga jual agar tidak rugi total. Begitupun tidak juga laku,” terang dia dengan kesal.

Salah seorang pelaku usaha rumah makan dibilangan Jalan Lintas Timur, Pangkalan Kerinci, Ajo Anih juga menyebutkan hal yang sama. Tingkat pengunjung rumah makannya turun drastis dari hari-hari biasanya.

“Biasanya saya membutuhkan ayam potong sepuluh kilogram perharinya, sejak adanya larangan keluar rumah akibat wabah Covid19, turun hingga mencapai empat kilogram perhari,” ucapnya dengan lirih.

Namun berbeda dengan ayam potong yang turun dari harga normal Rp25.000/Kg menjadi Rp18.000/Kg, untuk komoditas lain seperti gula pasir, harganya masih tergolong tinggi yakni sekitar Rp20.000/Kg dari sebelumnya Rp12.000/Kg. (Anton)