Akibat Suara Bising, Ratusan Warga Demo Perusahaan PLTMG Arun 2

oleh -
Akibat Suara Bising, Ratusan Warga Demo Perusahaan PLTMG Arun 2
Keterangan Foto : Ratusan warga melakukan aksi demo di pintu utama perusahaan PLTMG Arun 2.

Lhokseumawe | Warga Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe melakukan aksi demo di pintu utama perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun 2, mereka menuntut pihak perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan sejumlah bangunan akibat getaran dan suara bising. Selasa (13/10/2020).

Kehadiran ratusan warga tersebut dikawal ketat oleh pihak kepolisian Lhokseumawe. Kurang lebih satu jam berorasi, sejumlah perwakilan pendemo diberikan kesempatan beraudiensi langsung dengan pihak perusahaan, turut di hadiri Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail, Wakapolres Lhokseumawe, Kabag Ops, dan sejumlah anggota dewan dari Dapil 1 Kota Lhokseumawe.

“Aksi ini dilakukan karena warga merasa resah dengan dengan getaran dan suara bising yang ditimbulkan perusahaan  pabrik beroperasi,” Kata Koordinator Aksi Muhammad yang juga Tuha Peut Gampong setempat.

Dirinya menyebutkan, ketidaknyamanan akibat getaran dan kebisingan yang ditimbulkan oleh pabrik tersebut saat beroperasi, sebagian warga malah mengungsi keluar, karena tidak sanggup lagi menghadapi kondisi tersebut.

“Saat ini banyak warga yang sakit akibat radiasi yang ditimbulkan. Warga yang terkena dampak tersebut merupakan warga lanjut usia, anak bayi dan juga ibu hamil,” jelasnya.

Pihaknya mengharapkan kepada pihak perusahaan agar  menghentikan sementara pengoperasian pabrik, karena kondisi kebisingan pabrik sangat mengganggu masyarakat lingkungan desa.

“Kami mendesak pemerintah daerah dan juga gubernur Aceh untuk mencabut izin operasi perusahaan tersebut, karena merusak lingkungan. Kemudian juga menuntut pihak perusahaan untuk memberikan ganti rugi rumah warga yang sudah rusak,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi masyarakat yang dialami saat ini.

“Dari hasil musyawarah kita mengharapkan kepada pihak perusahaan untuk secepatnya mencari solusi agar persoalan warga ini cepat tertangani,” pintanya.

Manager proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) II Subrata meminta maaf kepada masyarakat yang terkena dampak saat pabrik beroperasi.

Selanjutnya ia mengatakan, terkait dengan dampak lingkungan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan hidup. Kemudian terkait dengan kerusakan, pihak perusahaan akan melibatkan pihak kepolisian dan pihak penelitian untuk memastikan kerusakan bangunan ditimbulkan dari pengoperasian perusahaan. (Mulyadi).