Aceh Lahirkan Provinsi Baru, Isu Politikah Ini ?

oleh -
Keterangan Foto : Ir.Tagore Ab, saat Bersama Mualim ( Muzakir Manaf) di Gayo Lues. (Foto : Rahman/Beritanusa)

Aceh Tengah | Sempat senyap dari pembahasan publik, gaung pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kembali menghangat di wilayah tengah Provinsi Aceh. Berbagai respon masyarakat berkembang dan dikhawatirkan jadi “bola liar” dan mementahkan upaya perjuangan pemekaran yang telah dilakukan sebelumnya. Apakah ini sekedar isu menjelang Pemilukada?

Harapan pemekaran propinsi tersebut diutarakan  tokoh perjuangan pemekaran provinsi, Tagore Abubakar dalam acara temu ramah dengan awak media, Rabu (23/9) di kediamannya, KotaTakengen, Aceh Tengah.

“Saya mengapresiasi semangat upaya lahirnya pemekaran. Tapi, perlu diluruskan perjuangan pembentukan provinsi baru telah selesai. Usulan Aceh jadi dua provinsi sudah disetujui pusat. Tinggal bagaimana melanjutkan perjuangan dengan mengawal prosesnya untuk secepatnya diteken oleh presiden,” kata Tagore.

Mantan Anggota DPR-RI ini, usulan perjuangan pemekaran provinsi di Aceh telah disetujui Komisi II DPR RI untuk kepentingan strategis nasional. Persetujuan itu keluar setelah melalui proses panjang dan kemudian disyahkan 26 Februari 2016 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri dan DPD.

Baca Juga : Warga Ukui Keluhkan Kelakaan BBM

“Dokumen rancangan peraturan tentang desain penataan daerah 2016-2025 itu sudah diserahkan ke presiden melalui Kemendagri. Tinggal bagaimana upaya masyarakat untuk mendesak mempercepat berkas tersebut ditandatangi Presiden Jokowi,” terang Tagore.