Sosial

24
Okt 2017
Surabaya Alami Hujan Deras Pertama, Risma Punguti Sampah Ditulis oleh MERDEKA/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Untuk kali pertama Kota Surabaya, Jawa Timur diguyur hujan deras setelah musim kemarau, Senin (23/10) malam, Wali Kota Tri Rismaharini sibuk membersihkan sampah penyumbat saluran air.

Baca selanjutnya...
 
09
Okt 2017
Naik Kereta Jakarta-Surabaya Ditempuh Cuma 5 Jam Ditulis oleh RAKYATMERDEKA/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA –  Rencana pembangunan infrastruktur Kereta Api Semi Cepat dengan rute Jakarta-Surabaya diharap terealisasi secepatnya.

Baca selanjutnya...
 
05
Okt 2017
Berusia 194 Tahun, Pohon Tertua di Kebun Raya Bogor Tumbang Ditulis oleh POJOKSATU/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA –  Salah satu pohon tertua di Kebun Raya Bogor tumbang. Pohon leci atau litci chinensis itu tumbang pada Rabu pagi (4/10).

Baca selanjutnya...
 
29
Sep 2017
Menuju Smart City, Pemkab Sidoarjo Rilis Aplikasi Rumah Sidoarjo Ditulis oleh ANTARA/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menyiapkan aplikasi "Rumah Sidoarjo" untuk menuju Kabupaten Sidoarjo smart city menyusul rencana mengintegrasikan aplikasi yang sudah ada demi kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Baca selanjutnya...
 
25
Sep 2017
Gaji Bakal Dihapus, Ketua RT dan RW Ancam Mengundurkan Diri Ditulis oleh RADAR/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Rencana Plt Wali Kota Tegal H Nursholeh menghapus gaji untuk Ketua RT dan RW mendapatkan penolakan.

 


 

Tak sedikit Ketua RT dan RW mengancam bakal mengundurkan diri lantaran mereka akan 'nombok' banyak. Karena, uang yang mereka terima selama ini bukan gaji melainkan biaya operasional.

 

''Statemen Kang Nur soal penghapusan gaji RT RW adalah salah besar. Sebab, menurut kami bukan gaji yang kami terima dari Pemkot selama ini,'' terang salah satu RT di Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan, yang meminta namanya tidak dipublikasikan, seperti diberitakan Radar Tegal (Jawa Pos Group).

 

Menurutnya, sesuai dengan penjelasan Pemkot terdahulu, uang yang diterima oleh ketua RT dan RW se Kota Tegal per triwulan adalah untuk biaya operasional. Diantaranya untuk alat tulis, sosialisasi, maupun acara pertemuan dengan warga.

 

''Biaya yang kami terima juga tidak besar, yakni Rp 400 ribu per bulan. Dan kami terima per tiga bulan sekali,'' akunya.

 

Hal sama juga dikatakan ketua RT di wilayah Mintaragen, Tegal Timur, Agus. Dia mengaku rencana penghapusan anggaran untuk RT- RW se Kota Tegal, jelas akan banyak warga yang enggan dipilih menjadi ketua RT dan RW.

 

Sebab, selama ini anggaran yang ada juga tidak seberapa. Namun cukup membantu. Hanya saja nilai diterima per triwulan sehingga nampak besar.

 

''Ya, seharusnya kami saat ini sudah menerima Rp 1,2 juta. Sebab, sejak bulan Juli-September (3 bulan) kami belum menerimanya,'' ungkapnya.

 

Ditambahkan, penilaian Kang Nur soal program ini adalah politis juga dinilai salah. Sebab, program ini juga ada sejak jaman Walkot Ikmal Jaya.

 

Dan karena programnya dinilai bagus serta membantu tugas Ketua RT dan RW, maka Walkot Siti Masitha (saat ini nonaktif) juga melanjutkannya.

 

''Jadi, sangat tidak pas saat Plt Walkot sekarang menghapus anggaran operasional Ketua RT dan RW. Dan jika memang mau dihapus, anggaran ketua RT dan RW yang per triwulan juga harus dicairkan lebih dulu. Termasuk kami meyakini, pemilihan ketua RT dan RW yang akan mendatang, banyak yang enggan jadi ketua RT maupun RW. Sebab, bisa-bisa akan terus nombok,'' tegasnya.

 

Diberitakan Radar Tegal sebelumnya, Plt Walkot Nursholeh akan menghentikan sejumlah program yang dianggap politis. Diantaranya menurut Kang Nur, gaji Ketua RT dan RW.

 

Halaman 6 dari 12


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us