Sosial

25
Sep 2017
Gaji Bakal Dihapus, Ketua RT dan RW Ancam Mengundurkan Diri Ditulis oleh RADAR/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Rencana Plt Wali Kota Tegal H Nursholeh menghapus gaji untuk Ketua RT dan RW mendapatkan penolakan.

 


 

Tak sedikit Ketua RT dan RW mengancam bakal mengundurkan diri lantaran mereka akan 'nombok' banyak. Karena, uang yang mereka terima selama ini bukan gaji melainkan biaya operasional.

 

''Statemen Kang Nur soal penghapusan gaji RT RW adalah salah besar. Sebab, menurut kami bukan gaji yang kami terima dari Pemkot selama ini,'' terang salah satu RT di Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan, yang meminta namanya tidak dipublikasikan, seperti diberitakan Radar Tegal (Jawa Pos Group).

 

Menurutnya, sesuai dengan penjelasan Pemkot terdahulu, uang yang diterima oleh ketua RT dan RW se Kota Tegal per triwulan adalah untuk biaya operasional. Diantaranya untuk alat tulis, sosialisasi, maupun acara pertemuan dengan warga.

 

''Biaya yang kami terima juga tidak besar, yakni Rp 400 ribu per bulan. Dan kami terima per tiga bulan sekali,'' akunya.

 

Hal sama juga dikatakan ketua RT di wilayah Mintaragen, Tegal Timur, Agus. Dia mengaku rencana penghapusan anggaran untuk RT- RW se Kota Tegal, jelas akan banyak warga yang enggan dipilih menjadi ketua RT dan RW.

 

Sebab, selama ini anggaran yang ada juga tidak seberapa. Namun cukup membantu. Hanya saja nilai diterima per triwulan sehingga nampak besar.

 

''Ya, seharusnya kami saat ini sudah menerima Rp 1,2 juta. Sebab, sejak bulan Juli-September (3 bulan) kami belum menerimanya,'' ungkapnya.

 

Ditambahkan, penilaian Kang Nur soal program ini adalah politis juga dinilai salah. Sebab, program ini juga ada sejak jaman Walkot Ikmal Jaya.

 

Dan karena programnya dinilai bagus serta membantu tugas Ketua RT dan RW, maka Walkot Siti Masitha (saat ini nonaktif) juga melanjutkannya.

 

''Jadi, sangat tidak pas saat Plt Walkot sekarang menghapus anggaran operasional Ketua RT dan RW. Dan jika memang mau dihapus, anggaran ketua RT dan RW yang per triwulan juga harus dicairkan lebih dulu. Termasuk kami meyakini, pemilihan ketua RT dan RW yang akan mendatang, banyak yang enggan jadi ketua RT maupun RW. Sebab, bisa-bisa akan terus nombok,'' tegasnya.

 

Diberitakan Radar Tegal sebelumnya, Plt Walkot Nursholeh akan menghentikan sejumlah program yang dianggap politis. Diantaranya menurut Kang Nur, gaji Ketua RT dan RW.

 
15
Sep 2017
Pengadilan Agama Malang Panen Gugatan Cerai Ditulis oleh JPNN/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Angka perceraian di wilayah Kabupaten Malang yang tercatat di Pengadilan Agama Kabupaten Malang mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Penurunan hanya 3 persen saja.

Baca selanjutnya...
 
06
Sep 2017
Antisipasi Solidaritas Rohingya, Kawasan Candi Borobudur Siaga I Ditulis oleh POSKOTA/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Terkait rencana aksi unjukrasa krisis Rohingya , Polda Jateng menetapkan status Siaga I di  kawasan seputar Candi Borobudur . di Kabupaten Magelang, Jawa-Tengah . Status Siaga I akan diberlakukan selama tiga hari mulai Jumat (8/9/2017) .

Baca selanjutnya...
 
04
Sep 2017
Warga Sunda Wiwitan Patungan Menebus Tanah Leluhur Ditulis oleh MERDEKA/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Masyarakat adat Sunda Wiwitan asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terpaksa patungan untuk membeli kembali tanah leluhur mereka yang sudah menjadi hak milik pemerintah.

Baca selanjutnya...
 
30
Aug 2017
11 Pasien HIV AIDS Meninggal di Blitar Ditulis oleh RADAR/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Laporan jumlah pasien HIV AIDS yang diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Jatim mencapai 77 penderita sejak periode Januari hingga Juli 2017. Sedangkan, jumlah pasien HIV AIDS yang meninggal sebanyak 11 orang.

Baca selanjutnya...
 

Halaman 5 dari 90

Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us