02
Jul 2018
Komunitas Mobil Listrik Mulai Banyak Bermunculan di Dunia
Ditulis oleh OTOSIA/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA –  Wacana pengembangan mobil listrik tidak melulu berbenturan dengan sisi negatifnya. Mereka yang terbilang doyan dengan modernitas via mobil jenis ini pun lama-lama mulai membangun komunikasi.

Salah satunya dengan membuat klub supaya bisa nongkrong bareng. Kesamaan minat bikin mereka bisa membahas segala macam terkait mobil-mobil listrik yang kini mereknya pun kian macam-macam.

Kebanyakan klub ini memang masih berkembang di negara-negara Amerika Serikat ataupun Eropa. Yang di Amerika sendiri contohnya di Los Angeles, yang dibahas dalam drivingelectric oleh seorang blogger bernama Phil.

Selama setidaknya beberapa tahun belakangan, ia terhitung sebagai pengguna setia mobil listrik, dan terakhir mencoba BMW i3.

Salah satu klub yang ia datangi dan ceritakan digadang oleh The Los Angeles GM Volt Customer Advisory Board. Saat itu, mereka sedang ada program peminjaman GM Volt dan kumpul bareng para pengguna mobil model itu plus para pengguna electric vehicle lainnya.

Selain Volt, ada pula mobil-mobil Tesla, termasuk model roadster yang cukup menarik perhatian. Ada pula mobil-mobil Toyota seperti Prius dan RAV4 versi elektrik.

"Kalau warna di keterangannya biru, artinya sudah siap charging. Begitu oranye, berarti sedang charge. Saya juga dengar suara pendingin baterai yang menyala saat pengisian," begitu kira-kira obrolan "anak-anak" klub mobil listrik ini.

Memang penyebutan "anak-anak" klub agak mengganjal karena agaknya para penyuka mobil-mobil listrik ini adalah mereka yang sudah berumur. Entah kenapa, mungkin karena suka dengan teknologinya atau juga karena tenang alias tidak ada suara sama sekali.

Bagian ini memang jadi bahasan tersendiri. Contohnya pertemuan klub lain di Babcock Ranch, Florida.

"Saya masih saja kurang awas kalau mobil listrik lewat (soalnya tidak ada suaranya)," ujar seorang anggota klub saat kumpul-kumpul di tempat yang merupakan pengisian listrik umum. Tempat kumpul mereka memang rata-rata di tempat pengisian listrik umum.

Bagaimana dengan di Indonesia? Sejauh ini, klub semacam itu belum begitu terdengar. Mobil listrik sendiri di Indonesia masih fresh dan juga berharga di atas rata-rata mobil kelas menengah. Karena itu pula, yang punya bisa dibilang masih sedikit.

Namun, sebuah forum dengan fokus kendaraan listrik sebenarnya sudah eksis. Contohnya adalah grup Facebook Molis Indonesia atau Mobil Listrik Indonesia. Cuma, cakupannya murni pada mobil-mobil hasil pengembangan yang belum setara mobil listrik keluaran pabrikan.

Apakah kelak "sisi ekonomis" dan perkembangan mobil listrik bisa bertemu mengingat toh forum Molis menunjukkan adanya ketertarikan itu? Kita lihat saja nanti. Yang jelas pemerintah sampai saat ini sudah menunjukkan minat ke arah sana, di samping sejumlah produsen yang mulai melakukan pendekatan lewat produk.

Komunitas Mobil Listrik Mulai Banyak Bermunculan di Dunia
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us