25
Jun 2018
Larangan Nyopir Dicabut, Kaum Hawa Arab Saudi Sumringah
Ditulis oleh METROTVNEWS/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Perayaan berlangsung meriah di kota-kota besar di seantero Arab Saudi saat jarum jam menunjukkan tengah malam. Dalam pergantian hari itu, larangan mengemudi untuk wanita di Arab Saudi resmi dicabut.

Polisi memberikan bunga kepada wanita yang mereka temui di jalan, para ayah memberikan restu kepada anak perempuannya, dan penduduk setempat merayakan momen pencabutan larangan dengan senda gurau.

Ketika jam melewati tengah malam pada Sabtu 23 Juni 2018, sekelompok wanita yang sudah dapat izin mengemudi, menyalakan mesin mobil mereka. Beberapa dari mereka didampingi ayah atau saudara. Ada juga wanita yang sengaja membeli mobil baru khusus untuk perayaan ini.

Beberapa wanita berteriak gembira, tidak sedikit yang menangis terharu. Terdapat pula sejumlah wanita yang mengabadikan momen itu via telepon genggam.

Suasana perayaan sebagian besar terbatas di sejumlah area di Riyadh dan kota kedua di Arab Saudi, Jeddah. Di sana, beberapa wanita yang sejauh ini telah diberikan lisensi, sedang disorot bak selebritis.

Di antara mereka, Fadya Basma, supir untuk perusahaan jasa angkutan online, merupakan salah satu wanita pertama di Arab Saudi yang dibolehkan secara legal mengemudi untuk pelanggan pria.

"Ini hari yang indah," katanya. "Dan itu akan mengubah banyak hal. Arab Saudi tidak akan pernah sama lagi," imbuhnya, seperti dilansir dari Guardian, Senin 25 Juni 2018.

Samar Almogren, pembawa acara dan penulis acara dialog televisi, berkata: "Saya selalu tahu hari ini akan datang. Tapi itu datang dengan cepat. Tiba-tiba. Saya merasa bebas seperti burung."

Media pemerintah sangat mendukung pencabutan larangan ini, dengan deretan judul yang memamerkan kemandirian bagi wanita serta potensi penghematan anggaran negara atas permintaan pengemudi berkewarganegaraan asing.

Al-Mowaten, sebuah situs berita di Arab Saudi, menyebutkan bahwa, "perempuan yang diizinkan mengemudi adalah suatu kebutuhan yang lebih dari sekedar kemewahan. Perempuan akan bergantung pada diri mereka sendiri ketika menghadapi keadaan darurat dan situasi sulit di mana mereka akan perlu mengemudi dan bertindak cepat, terutama jika seorang suami atau anggota keluarga lainnya tiba-tiba terserang penyakit."

Larangan Nyopir Dicabut, Kaum Hawa Arab Saudi Sumringah
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us