BERITANUSA - Warga Jl Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok ada Sabtu (23/6) pagi mendengar suara tembakan. Pemotor ditembak mati sekelompok orang bersenjata lengkap.

Ternyata, pemotor yang ditembak adalah terduga teroris. Densus 88 berusaha menangkap pemotor yang diketahui bernama Ahmad Syarifudin  dan Abdul Aziz Waluya. Namun, saat akan ditangkap keduanya melawan sehingga Polisi terpaksa menembak mati keduanya.

Ahmad Syarifudin dan Abdul Aziz Waluya tercatat sebagai warga Bogor. Keduanya masuk ke daftar buruan Densus 88 sejak beberapa waktu yang lalu.

Kedua jenazah terduga teroris itu telah dibawa ke RS Polri Kramatjati. Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri  Kombes Edy Purnomo membenarkan bahwa saat ini pihak RS Polri sudah menerima dua orang terduga teroris yang ditembak di Jalan Tole Iskandar, Depok.

"Iya sudah di sini (RS Polri) Sekitar jam 09.00 WIB,"ujar Edy kepada kumparan, Sabtu (23/6).

Edy menjelaskan bahwa kedua terduga teroris tersebut tiba di RS Polri sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung dibawa ke ruangan instalasi Forensik.

"Tiba sekitar jam 09.00 WIB," pungkasnya .

Sebelumnya, pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB pagi tadi warga di Jalan Tole Iskandar yang berada di RT05/RW04 persis di Gang Kesan mendadak geger karena mendengar sekitar dua sampai tiga kali  letusan tembakan di jalan Tole Iskandar Kecamatan Sukmajaya Kota Depok.

Warga di sekitar tidak bisa melihat langsung kejadian itu karena petugas kepolisian melarang warga keluar rumah saat penangkapan terjadi. Dua terduga teroris itu ditangkap saat menaiki sepeda motor. Salah seorang terduga teroris membawa tangga besi yang diikatkan ke sepeda motornya.

Setelah menembak mati dua terduga teroris, Densus 88 melanjutkan perburuan anggota jaringan mereka. Tak berselang lama, sekitar pukul 09.30 WIB, Densus menangkap seorang terduga teroris berinisial MM. MM ditangkap di Kelurahan Mekar Jaya, Sukmajaya, Depok, tak jauh dari lokasi penembakan dua terduga teroris sebelumnya.

Dari tanggan MM, Densus mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario dan satu unit handphone. Ketiga terduga teroris itu diduga bagian dari jaringan JAD Bogor.

"Telah dilakukan penindakan hukum terhadap salah seorang terduga pelaku teror pada pukul 09.30 WIB, TKP berada di depan gang kontrakan Kel. Mekar Jaya Kec. Sukmajaya Depok Jawa Barat," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen M Iqbal.

"Terduga teroris dibawa dan diamankan oleh petugas dan akan dikembangkan," tegas Iqbal.(*)

Pemotor Ditembak Mati di Depok Adalah Terduga Teroris
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us