04
Jun 2018
Berusia 1.230 Tahun, Inilah Pohon Tertua di Eropa
Ditulis oleh VEMALE/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Menurut laporan yang dipublikasikan di Jurnal Ecology, pohon pinus Helderich yang tumbuh di Italia Selatan ini telah berusia 1230 tahun. Karena usianya yang fantastis, pohon ini pun dipercaya sebagai pohon tertua di daratan Eropa.

Dilansir dari laman odditycentral.com, meski telah tumbuh selama ribuan tahun, pohon ini rupanya mengalami lonjakan pertumbuhan yang cukup tinggi dan mengejutkan. Padahal, jumlah pohon di sekitarnya atau di wilayah Mediterania saat ini mengalami penurunan pertumbuhan.

Studi yang ada menyebutkan bahwa pohon ini bisa tumbuh selama berabad-abad. Menariknya, pohon ini juga akan terus tumbuh di wilayah yang mengalami perubahan iklim ektrem. Maxime Cailleret dari Swiss Federal Institute for Forest, Snow, and Landscape Research mengatakan, "Mempelajari pohon berusia ratusan tahun adalah hal menarik. Ini berguna untuk mengetahui dampak perubahan iklim terhadap ekosistem hutan di masa depan."

Pohon Helderich ini sendiri ditemukan oleh para peneliti dari University of Tuscia di atas pegunungan curam dan berbatu di Taman Nasional, Pollino, Italia Selatan. Salah satu anggota peneliti yakni Gianluca Piovesan pun memotret pohon ini.

Lantas bagaimana bisa sebatang pohon bisa tumbuh selama ratusan bahkan ribuan tahun? Para ahli mengungkapkan bahwa alasannya cukup kompleks. Namun, karena wilayah pegunungan memiliki suhu atau iklim yang cukup stabil, ini bisa menjadi alasan kuat kenapa pohon tersebut bisa tumbuh. Alasan lain adalah penurunan polusi udara setelah dilakukan kebijakan lingkungan di Eropa juga bisa membuat pohon ini tetap tumbuh bahkan subur di usianya yang sudah sangat senja.

Pohon Helderich yang dinamai sebagai Italus ini sendiri masih berdiri kokoh dengan akar yang kuat. Meski bagian dalam pohon sudah mulai rapuh, ia tetap tumbuh subur dan sehat.

Berusia 1.230 Tahun, Inilah Pohon Tertua di Eropa
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us