BERITANUSA - Terduga teroris Budi Satriyo yang ditembak mati Anggota Densus 88 tinggal di RT 13 RW 05 Puri Maharani, Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo. Menurut pengakuan warga setempat, Budi tinggal bersama istrinya, Wikoyah.

Ketua RT 13 Supardi menjelaskan, Budi selama ini diketahui bekerja sebagai peracik sabun. Sementara istrinya, bekerja di Departemen Agama Provinsi Jawa Timur. "Istrinya bekerja di Departemen Agama. Setiap pagi selalu diantar oleh Budi," kata Supardi, Senin (14/5).

Supardi menjelaskan, Budi digerebek Anggota Densus 88 pagi tadi, sekitar pukul 07.30 WIB. Ia menyebut, sebelum digerebek, Budi elah mengantarkan istrinya ke Departemen Agama. "Begitu pulang masuk rumah, Densus mulai berdatangan. Ada 6 mobil dan lebih dari 20an personel," lanjut Supardi.

Menurut Supardi, pasangan suami istri itu hanya tinggal berdua di Puri Maharani sejak tahun 2006. Sejauh yang ia tahu, Budi dan Wikoyah tak memiliki anak.

"Sebelumnya tinggal di Surabaya. Enggak punya anak. Biasanya pukul 09.00 WIB pagi keluar rumah mengantarkan sabun," lanjut Supardi.
Saat ini, kata Supardi, Wikoyah berada di Polda Jawa Timur untuk diamankan.

Ada 7 terduga teroris yang ditindak Anggota Densus 88 pagi ini. Namun, 2 di antaranya ditembak mati, lantaran melawan Anggota Densus 88, salah satunya Budi. Sementara satu lainnya, identitasnya belum diketahui. Ketujuh orang itu merencanakan penyerangan di Sidoarjo dan Jakarta.

Budi juga diketahui pernah membesuk salah satu narapidana teroris Dedi Rofaizal yang ditahan di Lapas Tulung Agung. Dedi juga merupakan salah satu anggota jaringan teroris Mujahidin Indonesia Barat (MIB) pimpinan Abu Roban yang sudah berbaiat kepada ISIS.(*)

Istri Terduga Teroris di Sidoarjo Kerja di Kementerian Agama Jatim
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us