14
Mei 2018
Marak Teror Bom, AS, Inggris, dan Australia Rilis Travel Warning
Ditulis oleh BERITANUSA/NUH/KUMPARAN
PDF Print E-mail

BERITANUSA - Teror bom mengguncang Surabaya, menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya pada Minggu (13/5). Negara-negara Barat mulai mengeluarkan peringatan berkunjung ke Indonesia, mengimbau warganya untuk waspada hingga meninjau kembali rencana kunjungannya ke negara ini.

Pemerintah London melalui situs Kementerian Luar Negeri Inggris mengeluarkan peringatan berkunjung ke Indonesia. Dalam pernyataannya, Inggris mengatakan Kedubes mereka di Indonesia telah mengontak aparat setempat, menyusul ledakan di tiga gereja di Surabaya yang menewaskan 13 orang dan melukai 41 lainnya. "Jika Anda ada di lokasi, Anda harus memantau media setempat, tetap waspada, dan ikuti arahan aparat setempat," tulis Kemlu Inggris.

Dalam peringatannya, Inggris mengatakan teroris kemungkinan dan bisa melakukan serangan di seluruh wilayah Indonesia. Bentuk serangan termasuk bom bunuh diri dan penembakan dengan senjata api, mengincar masyarakat di tempat ramai.

"Ancaman ekstremisme Islamis masih tinggi, meski aparat Indonesia terus menggagalkan rencana serangan, termasuk berkali-kali menahan terduga teroris yang tengah merencanakan serangan," ujar kemlu Inggris.

Sementara Australia melalui situs Kemlu mereka juga mengutip soal serangan tiga gereja di Surabaya, mengingatkan risiko tinggi serangan teroris terutama jelang Ramadhan. Australia mengatakan tidak mengubah peringatan mereka untuk warganya di Indonesia. "Terapkan kewaspadaan tingkat tinggi di Indonesia, termasuk Bali, Surabaya, dan Jakarta, karena ancaman tinggi serangan teroris," ujar Kemlu Australia.

Peringatan yang sama dikeluarkan Amerika Serikat untuk warganya. "Polisi Indonesia merespons sedikitnya tiga ledakan bom di gereja Surabaya. Ada laporan korban tewas," ujar pernyataan AS. Pemerintah AS mengimbau warganya di Indonesia untuk mencari tempat perlindungan dan meningkatkan keamanan pribadi.

"Tindakan yang harus dilakukan: Mencari tempat perlindungan yang aman, meningkatkan keamanan pribadi, pantau media setempat untuk berita terbaru, waspadai kondisi sekitar," tulis Kemlu AS.(*)

Marak Teror Bom, AS, Inggris, dan Australia Rilis Travel Warning
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us