08
Mei 2018
Benarkah Propelan Produk Indonesia Bakal Mendunia?
Ditulis oleh KRJOGJA/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – PROPELAN atau disebut juga bahan pendorong bubuk mesiu memiliki nilai strategis yang tinggi. Ini karena merupakan bahan untuk meluncurkan munisi dan roket dalam sistem persenjataan.

Saat ini, propelan, seluruhnya masih diimpor dari luar negeri. Pengalaman di masa lalu menunjukkan, kebijakan embargo dari negara barat dalam hal pengadaan propelan, bisa ganggu produksi munisi maupun roket yang dipenuhi selama ini oleh industri pertahanan dalam negeri.

Keadaan paling ekstrim adalah industri pertahanan tidak dapat memenuhi kebutuhan munisi dan roket yang berakibat pada menurunny akemandirian negara dalam alutsista dan mengancam pertahanan serta keamanan negara.

Upaya-upaya Pemerintah untuk membangun industri propelan di dalam negeri telah dilakukan, di antaranya menuangkan salah satu program prioritas Pemerintah dalam bidang pertahanan.

Sebagai langkah awal, telah dibangun pabrik nitrogliserin. Ini sebagai salah satu bahan strategis yang diperlukan dalam pembuatan propelan. Namun dirasakan masih diperlukan percepatan-percepatan dalam merealisasikannya.

Dalam rangkaian HUT Pindad ke-35, digagas sebuah seminar nasional propelan, bertajuk "Application of Smokeless Powder Propellant in Ammunition and Rocket” pada 8-9 Mei 2018 bertempat di Graha Pindad, Bandung.

Pada hari pertama dibahas terkait kebijakan dan kondisi terkini industri dan penggunaan propelan di Indonesia, dengan pembicara kunci adalah Dr Fajar Harry Sampurno sebagai Deputi Kementerian BUMN.

Dilanjutkan dengan diskusi dengan panelis, diantaranya Asrena Kasad, Dirjen Pothan Kemhan, Kabalitbang Kemhan, Dirtekbang Pindad dan Dirtekbang Dahana. Pada hari ke-dua, dibahas tentang teknologi propelan, baik yang digunakan untuk munisi kaliber kecil, munisi kaliber besar dan roket. Seluruh pembicara hari ke-dua adalah para pemilik teknologi dari Belgia, Australia, Afrika Selatan dan Perancis.

Mulai 2019, Pindad akan meningkatkan kapasitas produksi munisi kaliber kecilnya sebanyak 2 kali dari kapasitas sekarang, hingga 300 juta butir per tahun. Perseroan juga sedang dibangun kemampuan di bidang munisi kaliber besar dan roket.

Dari seminar nasional propelan ini, selain untuk mendukung kebutuhan Pindad terhadap propelan, juga untuk berkontribusi pada negara dalam meningkatkan kapasitas nasional dalam bidang propelan melalui jejaring, mendapatkan ilmu dan berdiskusi bagi para pengguna, pembuat kebijakan, industri, peneliti, dan perguruan tinggi.

Benarkah Propelan Produk Indonesia Bakal Mendunia?
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us