17
Apr 2018
Dibalik Pesan Dongeng yang Disampaikan Guru Berpotensi
Ditulis oleh BERITANUSA/LIH
PDF Print E-mail

BERITANUSA - Mendongeng bisa menjadi media pembelajaran di tengah boomingnya game online via internet. Meski tergolong minim, mendongeng merupakan cara yang dilakukan guru dalam menyampaikan pelajaran kepada siswa.


Sosok guru kelas 3C, Febriyanti Liyan Andriani menggunakan dongeng dengan alat peraga sederhana sebagai sarana penyampaian satu pelajaran.

Dengan alat miniatur boneka, salah satu Ustadzah berpotensi yang dimiliki SD Muhammadiyah 26 Surabaya mendongeng bertena bullying.

Dalam story telling, Ustadzah kelahiran Lamongan ini menceritakan tentang Si Uni yang Kumal. Selama bercerita, alumni UIN Sunan Ampel Surabaya kedua tangan yang luwes memainkan miniatur sosok si Uni dikombinasi dengan intonasi beberapa suara sesuai dengan tiap karakter tokoh.

"Cerita Si uni yg Kumal cerita mengandung unsur pesan yang penting di jaman now. Uni selalu dibully, karena pakaiannya dekil (kotor) penuh noda (akibat ingus yang dilap di pakaian). Dampaknya, Uni jadi dijauhi dan tidak punya teman," urai Guru berpotensi yang akrab dipanggil Ustadzah Dini dengan senyum khasnya.

Di alur cerita dongeng yang dibawakannya, Dini karakter tokoh Uni kekuatan bukan terletak pada sisi penampilan jorok. "Tokoh Uni yang ingusnya mengalir dan tampil berantakan merupakan rentetan isi cerita. Tapi inti dongeng ini adalah masih terdapat bullying antar teman," papar Ustadzah yang masih single.

Dasar pemikiran, bullying bukan sekedar problematika biasa. Tapi bullying ibarat "virus" yang tidak boleh dipandang remeh. "Bullying harus segera dihentikan. Caranya, sinergitas guru dan wali murid dijalankan dengan komunikasi dua arah serta langkah nyata segera dilakukan," kata Ustadzah Dini dengan suara lembut.(LIH)


Dibalik Pesan Dongeng yang Disampaikan Guru Berpotensi
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us