10
Apr 2018
Indonesia Genjot Kerja sama dengan 53 Negara Afrika
Ditulis oleh BERITASATU/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Pemerintah Indonesia berkomitmen mendorong peningkatan kerja sama dengan 53 negara di Benua Afrika. Komitmen ini diwujudkan pemerintah melalui penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali pada 10-11 April 2018.

"Afrika memiliki potensi pasar yang besar dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, namun selama ini belum digarap dengan maksimal. Sekarang saat yang tepat bagi Indonesia untuk mendorong ekspor dan kerja sama bisnis ke pasar yang potensial ini,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Senin (9/4).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), total perdagangan Indonesia dengan Afrika pada 2017 mencapai US$ 8,85 miliar. Nilai ini meningkat 15,49% dibanding tahun sebelumnya. Produk-produk yang diekspor ke Afrika diantaranya minyak kelapa sawit, tekstil dan produk tekstil, kertas, sabun, dan kopi.

IAF 2018, lanjut Mendag, merupakan platform bagi pemerintah dan pelaku usaha Indonesia-Afrika untuk mengeksplorasi dan meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan serta mempromosikan investasi dan kerja sama teknis dengan negara kawasan Afrika. Hal ini sejalan dengan upaya Kemendag dalam menerapkan diversifikasi produk ekspor ke pasar nontradisional seperti Afrika.

"Melalui Forum ini, para pemangku kepentingan dapat memanfaatkan jaringan para pelaku usaha terpandang dari Indonesia dan Afrika untuk memperdalam dan memperluas kemitraan kita secara efektif di sektor perdagangan, investasi, maupun kerja sama teknis. Sehingga selain pelaksanaan forum bisnis, juga dapat terjadi peluang kontrak bisnis antara Indonesia dan Afrika," terang dia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan, kerja sama yang sinergis antara pemangku kepentingan diperlukan untuk mendorong peningkatan perdagangan Indonesia di pasar Afrika. "Selain pembangunan infrastruktur dan konektivitas, untuk mendorong peningkatan ekspor juga dibutuhkan kerja sama yang sinergis antara eksportir, dunia usaha, dan pemerintah guna memperkuat citra Indonesia di mata dunia," jelas dia.

Selama penyelenggaraan IAF, Kemendag mengkoordinasi Pameran Produk Indonesia di Hall 1-3, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Pameran ini diikuti 56 perusahaan, asosiasi, kementerian, dan lembaga yang bergerak di bidang industri strategis, yaitu otomotif, produk farmasi, kopi, konstruksi, makanan olahan, produk minyak sawit, keuangan, peralatan medis, teknologi, fesyen dan aksesori, kerajinan, home décor, serta produk organik.

Indonesia Genjot Kerja sama dengan 53 Negara Afrika
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us