15
Mar 2018
Miliuner Ikhlas Dibunuh agar Otaknya Bisa Diunggah di Komputer
Ditulis oleh INILAH/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Seorang miliuner perusahaan teknologi yang berbasis di Sillicon Valley, San Fransisco, menggegerkan jagad maya karena menawarkan uang sebesar Rp130 juta untuk dibunuh.



Miliuner tersebut bernama Sam Altman, 32 tahun, yang merupakan presiden dari Y Combinator, sebuah perusahaan seed accelerator yang menanamkan investasi ke berbagai perusahaan rintisan baru. Beberapa perusahaan yang pernah dibina oleh Sam Altman melalui Y Combinator adalah AirBnB dan Dropbox.

Selain Y Combinator, Altman juga merupakan salah satu pemimpin di perusahaan bernama openAI bersama milyarder Elon Musk. openAiI adalah perusahaan yang berfokus pada teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence)

Meski sukses dan ditaksir memiliki kekayaan bernilai puluhan juta dolar, Sam Altman berani membayar uang sejumlah 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp130 juta ke sebuah perusahaan rintisan bernama Nectome yang mengklaim bahwa mereka bisa mengunggah isi dan memori otak seseorang, serta menyimpannya ke sistem komputer cloud.

Tetapi untuk bisa mengunggah dan menyimpan memori otak, Nectome mengharuskan klien yang mendaftar untuk mati terlebih dahulu dengan cara dibunuh dengan bantuan seorang anestesi. Prosedur semacam ini memang dilegalkan oleh undang-undang federal di 5 negara bagian dari total 50 negara bagian yang menjadi teritori yuridiksi Amerika Serikat.

Sam Altman tidak sendirian. Dia hanyalah salah satu dari 25 orang kaya yang mendaftar dan berada dalam daftar tunggu untuk dibunuh dan memori otak mereka diunggah oleh Nectome.

Proses pengunggahan memori otak ke komputer itu mencakup prosedur membalsami otak klien sehingga nanti bisa terhubung ke server komputer. Proses pembalsaman itu dilakukan ketika si klien masih hidup di mana otak yang masih segar dan berfungsi baik akan disuntik dengan sebuah cairan khusus. Cairan ini akan mampu mencegah otak membusuk selama ribuan tahun.

Pendiri Nectome, Robert McIntyre, kepada MIT Review mengatakan bahwa proses yang harus dilalui oleh kliennya adalah sebuah proses yang berisiko tinggi dan pengalaman yang dialami serupa dengan menghadapi kematian. "Pengalaman yang akan dilewati oleh klien serupa dengan proses bunuh diri yang dibantu oleh seorang ahli anestesi," ujar McIntyre.

Di situs resmi Nectome dijelaskan bahwa misi yang diemban oleh mereka adalah untuk "melestarikan dan merawat otak manusia dengan baik sehingga semua memori di dalamnya bisa dijaga: mulai dari ingatan tentang buku favorit hingga ke ingatan tentang sensasi menghirup udara di musim dingin, memori saat memanggang pie apel, atau memori saat menyantap makan malam dengan teman dan keluarga."

Miliuner Ikhlas Dibunuh agar Otaknya Bisa Diunggah di Komputer
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us