BERITANUSA – Kepolisian daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menggagalkan penjualan senjata api ilegal. Dalam kasus itu, petugas meringkus empat tersangka di Cipacing, Kabupaten Sumedang, Kamis (1/3/2018).

Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan terungkapnya kasus itu berawal dari laporan masyarakat. Setelah itu, petugas langsung bergerak ke lokasi pembuatan senjata.

Dari penangkapan itu, polisi mendapatkan sejumlah barang bukti. Di tangan YG (37) ada empat pucuk senpi jenis mede call 22 mm, satu pucuk senpi jenis makarov (konversi), sembilan butir amunisi call 9 mm, satu unit hape dan dua buku rekening tabungan yang sudah diamankan.

Dari tersangka beriniaial E (60) diamankan satu pucuk senpi jenis walter call 9 mm dan satu senpi jenis glock (konversi).

Tersangka lain, DD (37) didapatkan satu pucuk senpi jenis mede call 22 mm, satu senpi walter call 9 mm, satu senpi jenis revolver call 22 mm, 300 butir amunisi call 9 mm, 50 butir amunisi call 22 mm, empat butir amunisi call 38 spc dan satu unit hp Terakhir, dari tersangka UN (34) hanya diamankan satu hp.

"Para tersangka telah menyimpan dan menyembunyikan senpi untuk dimiliki dan dijual mulai Rp 6 juta hingga Rp 9 juta, untuk kembali diedarkan ke berbagai wilayah di Indonesia," ujar Agung si Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (13/3/2018).

Direktur Res Krimum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana menerangkan, daerah yang sudah terindikasi sebagai wilayah penjualan senjata api diantaranga di Kabupaten Kutai-kalimantan Timur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka.

"Beberapa wilayah lainnya sedang dilakukan pengembangan," ujar Umar.

Sejauh ini ada total 14 senjata api, 350 butir amunisi dan dua unit mesin bubut yang sudah amankan kepolisian. "Senjata yang diamankan itu audah siap kirim. Dalam satu bulan hanya 2-3 senpi yang dibuat, karena pembuatannya pun by order," tambahnya.

Konsumen memesan senpi melalui toko online melalui kode lakban dan aqua. Sejauh ini penjualan yang dilakukan baru antar provinsi, belum ke internasional. "Menurut pengakuan tersangka, mereka membuat senpi ilegal sejak 2015," lanjutnya.

Keempat pelaku dijerat Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat No.12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Produsen Senjata Api Ilegal Digulung, Dijual Via Online
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us