06
Feb 2018
Tergusur Volkswagen, Toyota Kini Hanya Peringkat 3 Dunia
Ditulis oleh KOMPAS/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Di Indonesia Toyota memang masih menjadi raja pasar otomotif roda empat. Beberapa produknya diketahui sukses mendominasi segmen roda empat Tanah Air.

Diantaranya adalah di segmen MPV dan LSUV yang saat ini masih ditempati secara kokoh oleh mobil besutan Toyota. Namun, kesuksesannya di Indonesia rupanya tidak sejalan dengan prestasinya di dunia.

Dilansir dari Nikkei melalui KompasOtomotif, disebutkan jika pada tahun 2017 yang lalu penjualan Toyota secara global mengalami penurunan peringkat. Di mana, jika pada tahun 2016 Toyota berada posisi 2 di bawah Volkswagen, kini pabrikan tersebut harus turun 1 peringkat ke posisi 3. Hal ini tentu menjadi sebuah catatan yang terbilang cukup buruk bagi Toyota.

Pasalnya, penurunan peringkat ini sebelumnya juga terjadi di tahun 2016, di mana kala itu singgah sananya sebagai merek mobil terlaris di dunia direbut oleh Volkswagen. Jika melihat angka penjualan Toyota pada tahun 2017 sebenarnya terbilang cukup baik. Pasalnya, angka penjualan di tahun 2017 diklaim naik 2,1 persen menjadi 10.386.000 unit dibanding tahun sebelumnya.

Namun demikian, rupanya hal tersebut memang tidak cukup untuk membuatnya kembali naik ke puncak peringkat atau bahkan sekedar mempertahankan posisinya di peringkat kedua. Pasalnya, Volkswagen sebagai pesaingnya berhasil naik menjadi 4,3 persen menjadi 10,74 juta unit. Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi, yang diperkirakan memiliki jumlah penjualan tidak jauh dari Volkswagen.

Hal ini sebenarnya memang tidak mengherankan, paslanya dipasar China yang merupakan pasar otomotif terbesar di dunia, Volkswagen mampu menggungguli Toyota cukup jauh. Hal ini pula lah yang disebut-sebut mempengaruhi peringkat Toyota secara global. VW memang diketahui sangat fokus dalam menggarap pasar China tersebut.

Meskipun saat ini peringkatnya sudah turun, Toyota rupanya tidak ingin kembali mengejar agar kembali menjadi nomor 1. Bukan tanpa alasan, disebutkan Toyota tidak akan mengejar volume karena takut merusak kualitas. Bahkan pada tahun 2018 ini penjualan Toyota ditarget naik 1 persen saja dari tahun 2017. “Kami perlu tumbuh dari level setahun yang lalu. Kalau tidak, kami akan melihat daya saing kita menurun,” ujar salah satu seorang eksekutif Toyota.

Tergusur Volkswagen, Toyota Kini Hanya Peringkat 3 Dunia
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us