29
Jan 2018
Studi : Remaja yang Merokok Rentan Terhadap Risiko Depresi
Ditulis oleh VEMALE/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Merokok merupakan salah satu aktivitas yang sangat berbahaya buat kesehatan. Baik perokok pasif maupun perokok aktif, keduanya memiliki risiko yang sangat besar terhadap berbagai penyakit.

Sebuah studi baru yang dilakukan bahkan menemukan bahwa remaja yang merokok lebih rentan terhadap berbagai risiko penyakit saat mereka dewasa.

Dilansir dari laman thehealthsite.com, remaja yang merokok memiliki risiko depresi atau stres berat lebih tinggi dari remaja lain yang tidak merokok. Para peneliti mengemukakan bahwa depresi meningkat setiap tahunnya pada kalangan remaja yang merokok. Sementara itu, depresi yang dialami membuat remaja semakin kesulitan menghentikan kebiasaan buruk merokok.

Seorang penulis studi yang tak lain juga profesor epidemiologi d Culumbia University Mailman School of Public Health yakni Deborah Hasin mengatakan, "Depresi sangat berisiko bagi kalangan anak muda yang berusia 12 sampai 17 tahun yang mulai mengenal dan terbiasa dengan kebiasaan buruk merokok. Ini sangat memprihatinkan. Risiko ini bisa membuat perkembangan fisik maupun psikis mereka terganggu. Risiko depresi ini juga membuat mereka kesulitan lepas dari kebiasaan buruk merokok."

Para ahli mengungkapkan jika selain merokok, pola hidup yang tidak sehat dan pengaruh lingkungan juga berpengaruh besar terhadap risiko depresi khususnya pada remaja. Bullying yang terus menerus terjadi juga tidak jarang membuat seseorang berisiko menderita depresi berat.

Selain memiliki risiko yang terlampau besar bagi remaja, efek buruk merokok ini juga berisiko bagi orang dewasa. Di samping berisiko depresi, perokok aktif maupun pasif juga rentan terhadap risiko penyakit mematikan lain seperti kanker, jantung, kerusakan paru-paru, gangguan kehamilan maupun janin.

Studi : Remaja yang Merokok Rentan Terhadap Risiko Depresi
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us