26
Jan 2018
Pelecehan Seks, Eks Dokter Tim Senam AS Divonis 175 Tahun
Ditulis oleh POSKOTA/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Larry Nassar, mantan dokter tim senam AS untuk Olimpyade, dijatuhi hukuman 40 sampai 175 tahun penjara setelah sidang mendengar kesaksian 160 korbannya.

Namun warganet mencatat pernyataan hakim yang dianggap ganjil saat menjatuhkan putusan. Hakim mengatakan bahwa permintaan maaf Nassar tidak tulus, dan bahwa si dokter akan “berada dalam kegelapan seumur hidupnya”.

Nassar mengaku bersalah atas 10 tuntutan kekerasan seksual terhadap sejumlah anak perempuan dan perempuan muda, termasuk peraih medali emas di Olimpiade.

Sebelumnya, pria berusia 54 tahun itu telah dijatuhi hukuman 60 tahun karena pemilikan gambar-gambar pornografi anak.

Hakim Rosemarie Aquilina mengatakan pada Nassar saat menjatuhkan hukuman: “Sama halnya bahwa ini adalah kehormatan dan keistimewaan buat saya untuk mendengar kisah para perempuan penyintas, ini adalah kehormatan dan keistimewaan bagi saya untuk menjatuhkan hukuman pada Anda,” katanya.

Hakim melanjutkan, bahwa Nassar sudah tidak berhak untuk berada di luar penjara lagi.

Dia mengatakan pada si pedofil itu, “Anda belum lagi mengakui apa yang Anda lakukan. Saya bahkan tidak akan mengizinkan anjing saya mendatangi Anda. Saya baru saja menandatangani surat kematian Anda.”

Dalam sepekan terakhir, hakim Aquilina memberikan kesempatan pada korban Nassar untuk memberikan kesaksian emosional, setelah itu Nassar diberi kesempatan untuk menyampaikan pernyataan pada sidang.

“Apa yang saya rasakan tidak sebanding dengan rasa sakit, trauma, dan kehancuran emosional yang Anda semua rasakan,” katanya pada ruang sidang yang penuh. “Tak ada kata-kata untuk menggambarkan kedalaman dan besarnya rasa penyesalan saya akan apa yang terjadi,” dia menambahkan.

Namun hakim Aquilina mengungkapkan bahwa Nassar telah menulis surat pada si hakim setelah dia mengaku bersalah dan menganggap para penuduhnya telah “memalsukan” tuduhan demi uang dan ketenaran.

Pengunjung sidang menahan napas saat hakim membacakan bagian surat di mana Nassar menyataan dia telah “dimanipulasi” untuk mengaku bersalah. “Saya adalah dokter yang baik karena perawatan saya efektif, dan para pasien ini adalah pasien yang sama yang memuji dan kembali datang terus-menerus,” kata Nassar.

Nassar menambahkan di suratnya, “Kemarahan di neraka tidak sebanding dengan kemarahan seorang perempuan yang dikhianati.”

Setelah hakim menyelesaikan pembacaan putusannya, para saksi di ruang sidang yang penuh itu pun berdiri dan bertepuk tangan atas putusannya.

Pernyataan hakim yang jadi perdebatan

Bukan hanya di ruang sidang tindakan hakim Aquilina mendapat reaksi kuat, di media sosial, tindakan hakim Aquilina yang membuang surat Nassar yang menyatakan bahwa dia ‘dimanipulasi’ untuk mengaku bersalah menjadi tampilan dAlam format gif yang sudah dibagikan lebih dari 100.000 kali dan disukai lebih dari 275.000 kali.

Atlet senam AS dan peraih medali emas Olimpiade Simone Biles yang juga menjadi salah satu korban Larry Nassar menyebut hakim Aquilina sebagai “pahlawannya”. “Dia (Larry Nassar) tidak akan lagi punya kekuatan untuk merebut kebahagiaan atau kegembiraan kita.”

Namun, ada perdebatan warganet atas kata-kata si hakim yang dianggap ‘tidak pantas’ atau ‘bermasalah’ saat menjatuhkan hukuman. Seperti kata @quasimado yang mengatakan, “Meski saya bersyukur pada hakim Aquilina karena mengizinkan korban Nassar untuk berbicara, saya tidak nyaman dengan caranya menyombongkan diri telah menjatuhkan hukuman mati pada seseorang.”

Dia menambahkan, “Saya juga terganggu dengan komentar yang dibuatnya. Bahkan seorang penjahat pun tak pantas mengalami serangan seksual.” Hakim Aquilina dilaporkan pernah mengatakan bahwa, “dia akan mengizinkan atau membiarkan sebagian atau malah banyak orang melakukan hal yang sama pada Nassar, seperti yang dilakukannya pada korban-korbannya.”

Penulis New York Magazine, @jonathanchait juga menulis, “Pernyataan dari para penyintas luar biasa. Seorang hakim yang tampil seperti ini membuat saya tidak antusias.”

Pengguna lain dan penulis di media The Daily Beast, @ira juga mengatakan bahwa “hakim (kasus) Nassar berkomentar soal pemerkosaan di penjara adalah hal yang tidak profesional. Sentimen seperti itu tidak layak, apalagi datang dari seorang hakim.”

Namun ada juga yang membela si hakim dan menyatakan bahwa pernyataannya itu tidak berlebihan, apalagi jika dibandingkan dengan kejahatan yang dilakukan oleh Nassar.

Pengguna @maggieserota mengatakan, “Buat saya ini gila, ada pesenam muda yang bunuh diri karena kekerasan seksual yang dilakukan oleh Larry Nassar dan para pria bermasalah soal nada komentar si hakim saat vonis.”

Pelecehan Seks, Eks Dokter Tim Senam AS Divonis 175 Tahun
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us