17
Jan 2018
Di Desa Terdingin di Dunia Ini Bulu Mata Bisa Langsung Beku
Ditulis oleh TEMPO/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Selamat datang di desa terdingin di Bumi di mana suhu rata-rata di bulan Januari adalah -50 C dan bulu mata penduduk membeku sesaat setelah melangkah keluar.

Desa terpencil di Siberia, Oymyakon, adalah permukiman terdingin di dunia. Cuaca sangat dingin di desa Rusia itu sehingga termometer elektronik baru mati setelah merekam suhu minus 62 C yang meremukkan tulang.

Termometer stasiun cuaca resmi mencatat minus 59 C, namun penduduk setempat mengatakan bahwa bacaan mereka minus 67 C, kurang 1 C dari suhu terendah yang diterima untuk pemukiman permanen di manapun di dunia.

Dan rekor itu memecahkan rekor di kota itu pada tahun 1933. Seorang penduduk desa di Oymyakon mencatat suhu minus 67 C, sementara yang lain mengakui bahwa pembacaan resmi minus 59 C tidak menceritakan keseluruhan cerita.

Termometer digital itu dipasang tahun lalu untuk membantu turis di pasar Oymyakon, namun pencatatan terhenti di minus 62 C. "Termometer pecah karena terlalu dingin," lapor The Siberian Times.

Desa ini adalah rumah bagi sekitar 500 orang dan pada tahun 1920an dan 1930an merupakan perhentian bagi penggembala rusa yang akan menyirami ternak mereka dari musim semi termal.

Pemerintah Soviet membuat situs tersebut sebagai pemukiman permanen untuk memaksa penduduknya yang nomaden untuk meletakkan akar-akarnya.

Pada tahun 1933, suhu minus 67,7 C tercatat di Oymyakon, diterima sebagai yang terendah di belahan bumi utara. Suhu yang lebih rendah dicatat di Antartika, tapi di sana tidak ada pemukiman yang dihuni secara permanen.

Masalah sehari-hari yang datang dengan tinggal di Oymyakon termasuk pembekuan tinta pena dan baterai kehilangan daya. Penduduk setempat mengatakan menghidupkan mobil mereka sepanjang hari karena takut tidak bisa menyalakannya kembali.

Di Desa Terdingin di Dunia Ini Bulu Mata Bisa Langsung Beku
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us