11
Jan 2018
Menteri Susi: Penenggelaman Kapal Tak Perlu Dibahas Lagi
Ditulis oleh BERITANUSA/NUH/TEMPO
PDF Print E-mail

BERITANUSA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan kebijakannya soal penenggelaman kapal ikan tak perlu dibahas lagi. Menurut Susi, kebijakan ini sudah terlalu banyak dibahas di berbagai forum dan kesempatan.

"Yang sekarang dibahas itu adalah soal bagaimana meningkatkan kesejahteraan nelayan dan hal lain yang menuju perbaikan," katanya dalam konferensi pers Kinerja 2017 dan Rencana Kerja Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari IV, KKP, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Januari 2018.

Namun sayangnya, Susi Pudjiastuti enggan menjelaskan lebih lanjut maksud dari pernyataannya tersebut. Ia hadir di ruang konferensi pers sekitar pukul 11.15 WIB, Susi hanya berbicara lewat mikrofon meja selama lima menit.

Setelah menyampaikan pernyataan pendek tersebut, ia langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar ruangan. Susi Pudjiastuti bahkan tak menjelaskan acara yang akan ia ikuti sehingga terburu-buru pergi meninggalkan ruangan. Acara dilanjutkan oleh beberapa Direktur Jenderal yang yang menjelaskan soal kinerja dan rencana KKP untuk tahun 2018 ini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandajitan telah meminta Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti berhenti menenggelamkan kapal asing pancuri ikan untuk tahun ini. Luhut beralasan penghentian penenggelaman kapal dilakukan agar pemerintah bisa fokus menggejot produksi ikan.

Namun Susi Pudjiastuti berpendirian bahwa penenggelaman kapal sudah diatur dalam Undang-Undang. Presiden Jokowi sendiri hanya menyampaikan dukungannya terhadap penenggelaman kapal. "Ini bentuk law enforcement yang ditunjukkan. Bahwa kita tidak main-main dengan illegal fishing atau pencurian ikan tidak main main," kata Jokowi, usai membuka rakornas Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Rabu, 10 Januari 2018.(*)

Menteri Susi: Penenggelaman Kapal Tak Perlu Dibahas Lagi
 

Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us