03
Jan 2018
Perjuangkan Keberagaman, Aina Gamzatova Maju Pilpres Rusia
Ditulis oleh SINDO/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA - Aina Gamzatova, 46, menjadi buah bibir di seantero dunia. Betapa tidak, muslimah ini berani menantang Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pemilihan presiden (pilpres) Maret mendatang. Siapa dia?

Tampilnya perempuan berjilbab asal Dagestan ini bukan karena asal-asalan. Terbukti, niatnya untuk merebut kasta tertinggi pemerintahan Negeri Beruang Merah tersebut mendapat banyak  dukungan. Sabtu (30/12/2017) lalu, misalnya, ratusan pendukungnya berkumpul di Makhach kala, ibu kota Dagestan, untuk memberikan dukungan.

Di Rusia, Gamzatova dikenal sebagai pemimpin media muslim terbesar Islam.ru, meliputi televisi, radio, dan media cetak. Dia juga produktif menulis buku tentang Islam. Suaminya, Akhmad Abdulaev, merupakan seorang mufti di Dagestan–wilayah bersejarah karena pernah menjadi medan tempur antara tentara Rusia dan tentara muslim lokal.

Gamzatova merupakan bagian dari sufi yang dipimpin (alm.) Said-Afandi Chirkavi yang memiliki ribuan pengikut. Sebelum bersuamikan Akhmad Abdulaev, Gamzatova pernah menikah dengan pemimpin muslim Said Muhammad Abubakarov. Namun Abukarov meninggal pada 1998 akibat ledakan di dalam mobil. Abu bakarov di duga dibunuh, namun sejauh ini pelakunya tidak diketahui.

Pencalonan Gamzatova pun menarik banyak perhatian, terutama dari masyarakat Rusia. Sebagian orang memandang pesimistis dengan mengatakan Gamzatova tidak akan sanggup berdiri independen dan akan terpengaruh oleh suaminya, sedangkan yang lain optimistis.

”Bagaimana dia menerapkan ajaran moral bahwa perempuan tidak boleh meninggalkan rumah tanpa izin suaminya?” kata warga bernama Patimat Ibragimova.

Warga yang lain, Aisha Anastasiya Korchagina, seorang mualaf yang bekerja sebagai psikolog di Moskow, memuji keberanian Gamzatova untuk menjadi presiden perem puan Rusia. ”Dia cukup berani menggunakan haknya untuk mencalonkan diri menjadi presiden,” katanya singkat.

Beberapa orang juga menilai pencalonan diri Gamzatova hanya untuk meningkatkan citra muslimah. ”Sekalipun kalah, orang akan tahu perempuan berjilbab tidak selalu di dapur, tapi juga berpendidikan, bijak, dan dihormati,” kata mantan Wakil Menteri Olahraga Dagestan Gaidarbek Gaidarbekov.

Secara teoretis, peluang Gamzatova untuk menang diperkirakan sangat kecil. Mayoritas dukungan kemungkinan akan terpusat di Dagestan dan Kaukasus Utara. Pemerhati politik, Ekaterina Sokirianskaia, menyebut Gamzatova berkemungkinan kalah. ”Tapi, lebih beragam lebih baik. Dia muslimah, kenapa tidak?” Di dalam laman Facebook atas namanya, Gamzatova menegaskan tekadnya maju dalam pemilihan presiden untuk mengukuhkan keberagamaan di Rusia.

”Rusia adalah rumah kami. Jika kami tercerai berai, antara umat Islam dan Kristen, warga asli Kaukasus dan orang Rusia, pemerintah di neg eri ini ti dak akan pernah ada,” tulis Gamzatova.

 

Kaukasus Utara merupakan wilayah yang sensitif dan ren tan. Gamzatova ingin pemerintah bersikap lebih keras dalam mengatasi isu separatisme. Seperti dilansir Aljazeera, dia mendukung pemerintah federal dalam mengatasi kaum Wahabi yang dituduh bertanggung jawab dalam ketidakstabilan nasional.

Kemunculan kelompok bersenjata di Rusia terjadi pada awal 1990-an. Saat itu, ratusan tentara dari seluruh dunia bergabung dengan tentara Chechnya. Mereka menilai praktik para sufi yang mengagungkan dan menyembah orang ”kudus” dan tempat-tempat suci merupakan tindakan kemusyrikan. Kelompok sufi di Chechnya pun memilih melakukan aliansi dengan Kremlin.

Salah satu tokoh besarnya ialah Ramzan Kadyrov yang kini menjadi pendukung terkuat pemerintahan komunis di Rusia. Konflik antara tentara Chechnya dan Rusia berlangsung sangat panjang dan memakan banyak korban.

Pelanggaran HAM, baik yang dilakukan tentara Chech nya ataupun Rusia, juga ti dak terhindarkan. Menurut Human Rights Watch, tentara Rusia melakukan penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap tersangka separatis, meski tidak terbukti. Tentara Chechnya juga pernah menyandera puluhan warga Rusia.

Perjuangkan Keberagaman, Aina Gamzatova Maju Pilpres Rusia
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us