02
Jan 2018
Pemerintah Tawarkan Lelang Proyek Infrastruktur Rp127,54 Triliun
Ditulis oleh BISNIS/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA — Pada tahun ini, pemerintah akan menawarkan peluang investasi sebanyak 7 proyek di sektor infrastruktur total senilai Rp127,54 triliun dalam waktu dekat. Ketujuh proyek tersebut terdiri atas 6 proyek jalan tol dan 1 proyek air minum.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan enam proyek jalan tol baru untuk ditawarkan kepada swasta pada tahun depan.

Sebagian ruas tol yang akan dilelang merupakan prakarsa swasta. Keenam ruas tol tersebut yaitu Semarang—Demak, Semanan—Balaraja, Balaraja—Teluknaga, Samarinda—Bontang, Bawen—Yogyakarta, dan Cileunyi—Tasikmalaya—Cilacap.

“Kami masih punya beberapa stok proyek untuk lelang tahun depan [2018]. Beberapa di antaranya proyek prakarsa yang sudah dipersiapkan sejak beberapa waktu lalu,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurutnya, tiga dari enam dari ruas tol tersebut merupakan inisiatif badan usaha. Dua di antaranya merupakan prakarsa pengembang properti yakni ruas  Semanan—Balaraja sepanjang 31,70 kilometer dengan nilai investasi Rp11,30 triliun yang diusulkan oleh Grup Alam Sutera, sedangkan ruas Kamal—Teluknaga—Balaraja sepanjang 48,30 kilometer dengan nilai investasi Rp18 triliun diusulkan oleh Grup Salim dan Grup Agung Sedayu.

Rencananya ruas tol Semanan—Balaraja akan terhubung dengan ruas Serpong—Balaraja yang tengah dibangun dan nantinya juga akan terhubung dengan enam ruas tol dalam Kota DKI Jakarta.

Sementara itu, ruas Kamal—Teluknaga—Balaraja akan terhubung dengan jalan tol Sedyatmo ke Bandara Soekarno-Hatta untuk meningkatkan potensi kawasan di wilayah utara Provinsi Banten.

Selain itu, ruas tol Cileunyi—Tasikmalaya—Cilacap sepanjang 183 kilometer dengan investasi Rp35 triliun juga diusulkan oleh badan usaha, yakni UEM Group Bhd. yang merupakan perusahaan asal Malaysia yang berpengalaman membangun tol Cikopo—Palimanan (Cipali) yang dalam pembangunannya menggandeng PT Jasa Marga Tbk.

“Untuk Bandung—Tasik—Cilacap, kami sedang finalisasi prakarsa Jasa Marga. Nanti baru dilelang setelah ada penetapan prakarsa,” ujarnya.

Selain proyek prakarsa, pemerintah juga berencana melanjutkan penggunaan skema ketersediaan layanan atau availability payment untuk jalan tol Samarinda—Bontang pada tahun depan. Pasalnya, volume kendaraan yang melintas di wilayah tersebut cukup rendah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sri Hartoyo menjelaskan bahwa setelah melelang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandar Lampung pada 2017, pihaknya tengah mempersiapkan pelelangan SPAM Semarang Barat senilai Rp1,10 triliun yang rencananya dimulai dari proses prakualifikasi pada Januari 2018.

 

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan market sounding kepada calon investor.

"Prakualifikasi 3 bulan, setelah itu request for proposal dari yang lolos prakualifikasi. Target penetapan pemenang pada Juni 2018,” jelasnya.

SPAM Semarang Barat memiliki kapasitas kurang lebih 750 liter per detik untuk menyediakan air minum untuk 31 kelurahan di 3 kecamatan dengan estimasi 60.000 keluarga yang belum tersambung dengan jaringan sistem SPAM di Wilayah Semarang Barat, Tugu, dan Ngaliyan.

Proyek ini akan dilaksanakan dengan skema bangun, guna, dan serah (build, operate & transfer/BOT) dengan masa kerja sama selama 25 tahun setelah proyek beroperasi secara komersial.

Pemerintah Tawarkan Lelang Proyek Infrastruktur Rp127,54 Triliun
 


Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us