28
Des 2017
Akibat Kasus Suap, Huawei Selidiki Eksekutif Tingginya
Ditulis oleh BERITANUSA/AMEL
PDF Print E-mail

BERITANUSA - Huawei salah satu perusahaan teknologi terbesar di Tiongkok, saat ini dikabarkan sedang melakukan penyelidikan pada seorang eksekutif tinggi perusahaannya dengan dugaan kasus penyuapan, media Tiongkok menulisnya pada 25 Desember.

Publikasi bisnis Tiongkok National Business Daily  pada, 26 Desember dalam laporannya telah mengonfirmasi pada perusahaan tersebut bahwa Teng
Hongfei, wakil presiden Huawei Consumer Business Group untuk wilayah yang lebih luas di Tiongkok, dicurigai melakukan penyuapan.

“Pasukan polisi setempat telah menerapkan langkah-langkah penegakan hukum”. Huawei adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di Tiongkok, dan pada 2015, menjadi produsen smartphone terbesar ketiga di dunia, menurut situs web Huawei.

Divisi Consumer Business Group tersebut membuat smartphone, komputer pribadi, tablet, dan produk teknologi konsumen lainnya. Teng bertanggung jawab atas penjualan di Tiongkok, Macao, dan Hong Kong. Teng sudah hilang dari kantor untuk sementara waktu, dan staf tingkat tinggi sudah mengetahui tentang penyelidikannya, menurut orang dalam yang kali pertama menyampaikan kabar tersebut ke Telworld, sebuah publikasi Tiongkok yang mencakup industri teknologi dalam negeri.

Dalam karir awalnya, Teng bekerja di Nokia sebagai CEO regional. Pada 2012, ia pindah ke Samsung, sebelum menetap di Huawei pada 2014. Rumor korupsi di Huawei telah beredar di media sebelumnya.

Pada 2014, publikasi bisnis Tiongkok Caixin mengungkapkan bahwa 116 karyawan telah menerima atau meminta suap, terutama dengan menuntut suap dari 69 pengecer. Seorang direktur regional menerima suap hingga dua juta yuan (kira-kira $305.000). Huawei membantah tuduhan tersebut.

Orang dalam yang dikutip di Telworld mengatakan bahwa departemen yang berbeda di Huawei telah membiarkan korupsi membara, termasuk di departemen penelitian dan pengembangan, pengadaan, dan penjualan.

Pada 2012, sekelompok eksekutif teknologi Tiongkok, termasuk satu dari Huawei, dihukum karena penyuapan di pengadilan Aljazair. Surat perintah penangkapan internasional dikeluarkan setelah pengadilan tersebut menemukan bahwa mereka menyuap seorang eksekutif di Algérie Télécom milik negara untuk memberi perusahaan mereka keuntungan.(AMEL)

Akibat Kasus Suap, Huawei Selidiki Eksekutif Tingginya
 

Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us