20
Des 2017
Pelanggan 5G Diprediksi Mencapai 1 Miliar pada Tahun 2023
Ditulis oleh BERBAGAISUMBER/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Ericsson menyebutkan bahwa adopsi jaringan 5G akan sangat cepat ketimbang adopsi jaringan sebelumnya. Namun, adopsi 4G LTE tetap jauh mendominasi pelanggan layanan seluler.

Hal ini dipaparkan dalam Ericsson Mobility Report edisi November yang diumumkan pada hari Senin, 18 Desember 2017, di Jakarta. Diprediksi 5G akan memiliki 1 miliar pelanggan di tahun 2023  tapi jumlahnya belum bisa mengejar jumlah pelanggan 4G LTE yang mencapai 5,5 miliar.

Disebutkan jumlah pelanggan 4G LTE  tersebut akan mencakup 85 persen populasi di dunia pada akhir tahun 2023 sedangkan jumlah pelanggan 5G yang disebutkan tadi baru mencakup sisanya.

5G sendiri baru akan diluncurkan untuk komersial pertama kali di tahun 2019 untuk perkotaan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan China. Bagaimana dengan Indonesia?

"Kalau Indonesia diperkirakan mulai secara masih mengadopsi 5G pada tahun 2021. Kami sendiri sudah mulai mendorong operator sejak saat ini untuk mulai mempersiapkan dari sisi transmisi sebelum 5G hadir di Indonesia," ungkap Vice President of Network Solution Ericsson Indonesia Ronni Nurmal.

Beberapa waktu Ericsson sempat mendemokan uji coba koneksi jaringan 5G di Indonesia pada bulan April lalu dengan menggandeng operator XL. Hasilnya jaringan tersebut bisa menembus kecepatan downlink hingga 5,75 Gbps.

Setidaknya, di tahun 2023 Indonesia sudah mengantongi jumlah pelanggan layanan seluler lebih dari 400 juta menurut prediksi Ericsson. Lantas, apa dampak dari 5G ini nantinya terhadap pengguna layanan seluler? Lalu lintas data dan konsumsinya akan meningkat drastis.

Ericsson Mobility Report menyebutkan jika di tahun 2023 lalu lintas data bisa mencapai 100 Exabyte per bulan. Angka tersebut setara dengan memutar video beresolusi HD secara streaming selama 5,5 juta tahun.

Konsumsi video menjadi penyumbang lalu lintas data di jaringan seluler. Tren konsumsi konten video tersebut akan dialami oleh kalangan milenial (15-24 tahun) dengan tingkat konsumsi 2,5 kali lipat lebih banyak daripada mereka yang berusia 45 tahun. Hal ini juga mendorong pengguna layanan seluler utnuk membeli layanan data yang lebih besar lagi.

Pelanggan 5G Diprediksi Mencapai 1 Miliar pada Tahun 2023
 

Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us