13
Des 2017
Cuaca Ekstrem Kian Mempercepat Tenggelamnya Jakarta
Ditulis oleh POSKOTA/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Cuaca ekstrem masih melanda Jakarta hingga lima hari ke depan. Jakarta pun terancam terendam, karena hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat akan mengguyur pada siang hingga malam hari. Wargapun diimbau waspada terhadap potensi bencana yang bakal melanda.

Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan, tingginya intensitas hujan hingga lima hari ke depan karena adanya pengumpulan massa udara basah dan uap air yang relatif cukup signifikan. Dengan demikian, terdapat indikasi potensi hujan lebat di beberapa wilayah.

“Diprediksi hujan yang lebih didominasi dengan intensitas lebat hingga sangat lebat dalam hitungan jam terjadi hingga lima hari ke depan,” ujar Hary, Selasa (12/12).

Hary mengimbau kepada warga yang tinggal di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat, untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem tersebut. “Kalau puncak musim hujan diperkirakan Januari hingga Maret,” tandasnya.


LOKASI GENANGAN

Sementara itu, hujan deras pada Selasa siang telah menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah Jakarta dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 10 hingga 50 Cm. Akibat banjir, kemacetanpun tidak terhindarkan. Buruknya sistem drainase menjadi penyeban genangan air tersebut.

Di Jakarta Selatan genangan terdapat di Jalan Tebet Mas Indah Jalan Tebet Raya, dan Jalan Dr Soepomo. Di Jakarta Pusat, genangan terpantau di Jalan Percetakan Negara II Johar Baru, Jalan Landas Pacu Timur Kebon Kosong, Jalan Pangakalan Asem Raya, Jalan Gunung Sahari Raya dan Jalan Pegangsaan Timur.

Sementara itu, di Jakarta Timur genangan terjadi di Jalan Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan (Halte Pedati), dan Jalan MT Haryono (terowongan Stasiun Cawang). Sedangkan di Jakarta Barat, genangan hanya terdapat di Jalan Haji Mali, Duri Kosambi.


TANGGUL JEBOL

Kemarin masih melanda warga di RT 03 RW 06 Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menyusul jebolnya tanggul di wilayah tersebut. wargapun mendesak Pemprov DKI Jakarta segera memperbaiki secara pemanen dengan membangun tembok beton. “Untuk ketiga kalinya tanggul di Kali Pulo RT 03/06 jebol karena hanya berupa karung pasir ditambah bronjong dari batu kali,” kata Umar, warga RT 03/06 Jatipadang.

Saat hujan deras pada Senin (11/12), tanggul di RT 03/06 ambrol dan menggenangi permukiman itu sekitar 1 meter. Akibatnya puluhan keluarga diungsikan ke musala setempat.

Sebelumnya 70 petugas gabungan dari Satgas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan dibantu TNI memperbaiki tanggul rusak dengan memasang bronjong batu kali.


PROYEK PEMBANGUNAN

Di tempat terpisah, Gubernur Anies Baswedan berdalih banyaknya genangan air di ruas jalan ibukota disebabkan proyek pembangunan yang belum selesai. “Di beberapa lokasi seperti Gatot Subroto, daerah selatan yang terjadi genangan cukup tinggi, Kuningan dan lain-lain itu saya sudah komunikasikan dan cek langsung. Bahkan saya lihat ke lapangan masalahnya adalah karena sebagian dari saluran-saluran air itu terhambat oleh proyek-proyek yang sedang berjalan baik MRT, LRT, maupun proyek yang lain,” jelasnya di Balaikota.

Walaupun ada proyek pembangunan, Anies menegaskan, pelaksana proyek tak boleh menyepelekan keberadaan saluran. Hal itu juga telah diingatkan berkali-kali oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air kepada pelaksana proyek.

Cuaca Ekstrem Kian Mempercepat Tenggelamnya Jakarta
 

Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us