10
Nov 2017
Hari Pahlawan, Ini 3 Kegiatan Napak Tilas di Kota Surabaya
Ditulis oleh ANTARA/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Kota Surabaya memperingati Hari Pahlawan 10 November dengan mengelar berbagai kegiatan bertema kepahlawanan. Serial kegiatan ini bisa disebut upaya napak tilas semangat para pendahulu dalam merebut kemerdakaan.

1.Parade Surabaya Juang

Ratusan peserta menyemarakkan parade memperingati Hari Pahlawan yang digelar Pemerintah Kota Surabaya ini pada hari Ahad, 5 November, lalu. Peserta mulai perjalanan dari Tugu Pahlawan hingga berakhir di Taman Bungkul.

"Sebenarnya rangkaian acara ini sudah dimulai sejak bulan September dan berlanjut ke bulan November," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberangkatkan peserta parade.

Parade itu menampilkan aksi teatrikal Sumpah Pregolan (sumpah merdeka atau mati). Selain di kawasan Tugu Pahlawan, teatrikal juga digelar di kawasan Siola, yakni perang TKR laut, kemudian teatrikal perobekan bendera Belanda di Hotel Mojopahit yang dilanjutkan pembacaan puisi Surabaya karya K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus).

Kemudian teatrikal perang 10 November di depan Grahadi, lalu di Tugu Bambu Runcing dan Polisi Istimewa-Santa Maria. Dibandingkan dengan tahun lalu, Parade Surabaya Juang tahun ini lebih banyak menampilkan aksi teatrikal sosiodrama.

Parade Surabaya Juang yang menempuh rute sejauh 6,5 kilometer mulai start Tugu Pahlawan dan berakhir di Taman Bungkul melibatkan 28 unsur komunitas dengan total jumlah peserta sebanyak 350 yang terdiri dari berbagi elemen masyarakat, pelajar dan pecinta sejarah.

Tidak hanya itu, peserta Parade Juang kali ini tidak datang dari Surabaya, melainkan dari Kalimantan dan Sulawesi turut memeriahkan acara tersebut.

2. Drama Kolosal Surabaya Membara

Drama Kolosal Surabaya Membara ini rutin digelar setiap 9 November dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Tahun ini mengangkat lakon Cak Roeslan Abdulgani.

"Setiap tahun kami selalu mengangkat tema tentang orang-orang yang terlibat dalam pertempuran 10 November," ujar penggagas drama kolosal Surabaya Membara Taufik "Monyong" Hidayat kepada wartawan usai pertunjukan, Kamis malam.

Dia mencontohkan, sejak rutin digelar setiap 9 November, atau malam menjelang Hari Pahlawan sekitar lima tahun yang lalu, drama kolosal Surabaya Membara di antaranya pernah menampilkan lakon Polisi Muhammad Yasin, Bung Tomo, Ahmad Jai, dan kini Cak Roeslan Abdulgani.

Taufik mengatakan, dengan menampilkan lakon tokoh-tokoh yang terlibat dalam pertempuran 10 November, dia ingin menjadikan Kota Surabaya sebagai rumah sejarah melalui gerakan kebudayaan berbingkai drama kolosal Surabaya Membara.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, drama kolosal Surabaya Membara dipentaskan di sekitar Tugu Pahlawan, atau di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya. Melibatkan ratusan aktor dari kalangan pelajar, mahasiswa dan Tentara Nasional Indonesia di Surabaya.

Ribuan masyarakat Kota Surabaya terlihat antusias, seakan tak peduli meski harus berjubel menyaksikan drama kolosal yang berdurasi sekitar 90 menit, yang berlangsung sejak pukul 19.30 WIB.

Roeslan Abdulgani yang menjadi lakon dalam drama kolosal Surabaya Membara kali ini merupakan negarawan dan politikus Indonesia kelahiran Surabaya, 24 November 1914.

Cak Roes, sapaan akrabnya, terlibat dalam beberapa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah itu karir politiknya cemerlang, di antaranya pernah menjabat posisi penting di era Presiden Soekarno dan lalu Presiden Soeharto. Cak Roeslan Abdulgani meninggal di Jakarta di usia 90 tahun pada 29 Juni 2005.

3. Konser Kebangsaan Radio Republik Indonesia

Radio Republik Indonesia Surabaya merefleksi Hari Pahlawan dengan menggelar Konser Kebangsaan bertajuk Berkarya Dengan Semangat Kepahlawanan di Lapangan Kodam V/Brawijaya di Surabaya, Sabtu, 18 November 2017.

"RRI Surabaya ingin menceritakan kembali sejarah itu kepada publik Surabaya melalui Konser Kebangsaan," ujar Wakil Ketua Panitia Konser Kebangsaan RRI Surabaya, Pataka SS, kepada wartawan di Surabaya, Kamis, 9/11.

RRI akan merefleksikan sejarah melalui sebuah film pendek yang semuanya diperankan angkasawan-angkasawati radio tersebut dan film diputar di konser kebangsaan. Film pendek berdurasi 15 menit itu akan dipadukan dengan aksi teatrikal perjuangan, serta menghadirkan grup band Boomerang dan ADA Band.

"Kami juga menampilkan musik tradisional tong-tong oleh Komunitas Musika Daul Zhakera Madura sebagai wujud komitmen pada seni budaya," ucapnya.

Atha, sapaan akrabnya, menjanjikan ada yang berbeda dari konser-konser sebelumnya, termasuk menyiarkannya secara langsung audio, sekaligus live video streaming via youtube.

Selain akan dihadiri jajaran direksi RRI, Budayawan berjuluk "Si Celurit Emas" yaitu Zawawi Imron juga tampil, kemudian pesan kebangsaan yang disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf.

"Untuk mendukung tema, penonton dan pejabat yang hadir juga wajib memakai seragam pejuang," katanya.

Hari Pahlawan tampaknya berlangsung semarak di kota pahlawan Surabaya dengan serangkaian acara di atas.

Hari Pahlawan, Ini 3 Kegiatan Napak Tilas di Kota Surabaya
 

Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us