24
Okt 2017
Hanya Berukuran 2 Milimeter, Tapi 'Monster' di Lautan Gelap Arktik
Ditulis oleh OKEZONE/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Para ilmuwan telah menemukan seekor 'monster' berkaki delapan yang mengintai di perairan gelap di bawah es laut Arktik.

Bukan ancaman, spesies tersebut berukuran hanya 2 milimeter dan para ahli mengatakan bahwa spesies tersebut memiliki bentuk yang aneh.

ilansir dari Dailymail, Senin (23/10/2017), para ahli yang mempelajari spesies baru tersebut mengatakan bahwa tubuhnya memiliki tubuh tembus pandang, hanya memiliki satu mata, tidak memiliki mulut, dan terdapat dua antena berbulu serta berbulu.

'Monster ilmiah' yang baru bergabung dengan lebih dari 160 jenis zooplankton dari keluarga yang sama, yang dikenal untuk mengisi samudra di seluruh dunia.

Menurut mahasiswa pascasarjana Universitas Manitoba, Aurelie Delaforge, yang menemukan copepoda baru, spesies tersebut adalah yang pertama diketahui tinggal di Arktik Kanada. Monster tersebut merupakan anggota keluarga Monstrilloida, berasal dari kata monster.

“Saat kita mempelajari Arktik, masih ada hal-hal yang tidak kita ketahui. Ini adalah contoh yang bagus. Saya merasa ini keren banget. Ini bukan hal yang biasa, menemukan spesies baru dan rasanya luar biasa,” ungkap Aurelie Delaforge.

Penemuan tersebut datang sebagai bagian dari penelitian pengambilan sampel laut di Arktik tinggi Kanada, untuk menentukan apa yang menyebabkan plankton mekar di bawah es laut. Sampel secara kebetulan, dikumpulkan selama 2 bulan saat spesies tersebut menjadi dewasa, dari Mei sampai Juni.

Menurut peneliti, selama waktu lainnya, spesies tersebut hampir tidak terlihat. Untuk sisa tahun ini, mereka ada sebagai larva atau sebagai parasit di dalam hewan, seperti kerang dan spons.

Sementara peneliti pada awalnya mulai mempelajari plankton mekar, tim peneliti malah menemukan spesies baru yang bersembunyi di bawah es. Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, para peneliti dari Universitas Harvard menemukan bahwa mekar mikro-masif mungkin dapat tumbuh di bawah es di hampir 30 persen Samudra Arktik pada puncak musim panas di bulan Juli.

Temuan tersebut datang sebagai bagian dari studi 30 tahun tentang lanskap Arktik yang dipimpin oleh sebuah tim dari Harvard University.

Hanya Berukuran 2 Milimeter, Tapi 'Monster' di Lautan Gelap Arktik
 

Polling

Yakinkah Anda Indonesia Akan Lebih Baik Dibawah Kepemimpinan Jokowi-JK?
  Results

Follow us