08
Okt 2019
Bernilai Rp8,5 Triliun, Startup Uji Tinja Ini Akhirnya Bangkrut
Ditulis oleh WARTAEKONOMI/ND
PDF Print E-mail

BERITANUSA – Bangkrut sudah menjadi tamu akrab bagi sebuah startup. Sewaktu-waktu, ia bisa datang, dan startup pun harus gulung tikar. Nasib tersebut tengah dialami salah satu startup uji tinja (kotoran manusia), bernama uBiome.

uBiome sempat memiliki nilai valuasi sebesar US$600 juta atau sekitar Rp8,5 triliun. Namun, startup yang bergerak di bidang kesehatan tersebut harus bangkrut karena kehabisan dana.

Berdasarkan keterangan dari Business Insider, uBiome sempat tertimpa berbagai masalah, seperti soal validitas ilmiah kinerja mereka, yakni meneliti mikrobioma di kotoran manusia.

"Saya harus berbagi kabar buruk. Kita tidak bisa lagi melanjutkan operasi secara normal karena kita tak memiliki pendanaan," tulis uBiome dalam email kepada pegawainya.

Pada April lalu, startup ini digeledah FBI karena mengirim tagihan ke pelanggan untuk biaya hasil tes lab terbaru. Namun, tes itu dilakukan tanpa sepengetahuan si pelanggan. Tagihannya pun mencapai US$3.000 (Rp42,5 juta).

Startup yang berdiri sejak tahun 2012 ini telah mengangkat wali amanat (trustee) untuk proses likuidasi. Sebelumnya, uBiome telah mengajukan ke bab 11 hukum kebangkrutan AS, mereka juga telah berusaha mencari pembeli untuk mengambil alih aset, menyelamatkan pekerjaan, agar bisnis inti tetap berjalan. Namun, keputusan tetap harus berujung kebangkrutan. Kini, mereka berganti ke bab 7, yakni penutupan perusahaan.

Bernilai Rp8,5 Triliun, Startup Uji Tinja Ini Akhirnya Bangkrut
 

Follow us